AKSI / FORUM DAN KOMUNITAS PAKSI SIAP BANJIRI 2023 DENGAN PROGRAM ANTIKORUPSI MENARIK
Terdapat puluhan forum dan ratusan komunitas Penyuluh Antikorupsi (Paksi) di seluruh Indonesia. Dalam kolaborasi yang apik, para Paksi siap kembali membanjiri tahun 2023 ini dengan berbagai program edukasi antikorupsi menarik.
Menurut catatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK, sejauh ini ada 41 forum dan 347 komunitas Paksi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sasaran penyuluhan mereka beragam, mulai dari ASN, guru dan siswa, hingga anak-anak TK atau PAUD. Dengan beragam metode, dari konvensional hingga yang kreatif, para Paksi mencoba menanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi kepada masyarakat.
Salah satu forum Paksi terbesar, Dana Rakca, telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi antikorupsi pada 2022. Beranggotakan lebih dari 350 orang Paksi pegawai Kementerian Keuangan, Dana Rakca memiliki banyak materi antikorupsi yang diperuntukkan bagi internal instansi maupun masyarakat secara umum.
"Sosialisasi mencakup pengendalian gratifikasi, penanganan benturan kepentingan, bijak bermedia sosial, dan whistleblowing system. Terakhir, asistensi pembangunan zona integritas melalui budaya antikorupsi, baik di internal maupun eksternal Kementerian Keuangan," ujar juru bicara Dana Rakca, Johana Lanjar Wibowo.
Di tahun 2023, Dana Rakca kembali menggencarkan kampanye. Pada Januari, Dana Rakca menggelar webinar yang berkolaborasi dengan Inspektorat Jenderal Kemenkeu dengan tema “Peran Ahli Pembangun Integritas Dalam Perjalanan Tranformasi Kementerian Keuangan”. Awal Februari lalu, mereka melakukan rapat koordinasi forum Paksiapi Dana Rakca untuk mengharmoniskan program kerja setiap bidangnya.
"Forum Paksiapi Dana Rakca hadir sebagai wadah koordinasi, konsolidasi, dan kolaborasi Paksi dan Ahli Pembangun Integritas (API) antarunit Eselon I di Kementerian Keuangan atau dengan pihak lainnya terkait kegiatan pembangunan budaya integritas dan pencegahan korupsi. Harapannya, para PaksiAPI Kemenkeu semakin berdaya dalam membudayakan antikorupsi di lingkungannya," kata Ketua Dana Rakcca, Kusuma Santi Wahyuningsih, yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur.
Semangat yang sama ditunjukkan oleh forum Paksi Jawa Timur atau Jatim PAK. Tahun ini mereka telah memiliki sederet program pendidikan antikorupsi bagi masyarakat, salah satunya menyasar para pelajar. Melalui program Kemah Integritas yang dijadwalkan pada Juni 2023, Jatim PAK mengajak para siswa penggerak integritas untuk bersama-sama belajar materi-materi dasar antikorupsi.
Selain itu, Jatim PAK akan mengadakan Jambore Integritas pada Oktober dengan peserta para guru SMA/SMK se Jawa Timur. Badrul, ketua Jatim PAK, mengatakan berbagai program ini dilakukan demi mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang berintegritas dan sadar antikorupsi.
"Kami berharap adanya dukungan penuh terhadap program-program Jatim PAK dari Gubernur, Bupati atau Walikota di Jawa Timur dalam upaya jihad antikorupsi bersama-sama," kata Badrul.
Di Sulawesi ada Forum PAK Sulut yang tahun lalu aktif melakukan penyuluhan terkait gratifikasi. Anggota PAK Sulut juga aktif menyuluh di desa, terutama terkait pengelolaan BUMDes, dan mengidentifikasi serta menyiapkan usulan desa berintegritas di Sulawesi Utara.
A. Haris Kai, ketua Forum PAK Sulut, mengatakan di tahun 2023 mereka akan melanjutkan pengembangan implementasi pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan kabupaten atau kota yang belum memiliki kurikulum sekolah bermuatan antikorupsi. Haris juga berharap, tahun ini mereka semakin terlibat dalam mempersiapkan percontohan desa berintegritas.
"Tahun 2023 ini pula, tim paksi Sulut sedang menyiapkan instrumen yang diharapkan bisa digunakan untuk mengukur pencapaian dan keberlanjutan program yang dikembangkan paksi Sulut. Tahap pertama terutama menyelesaikan instrumen pengembangan tata kelola sekolah berintegritas. Berikutnya, diharapkan disusun pula instrumen untuk mengukur program desa berintegritas," kata Haris.
Komunitas Semakin Kreatif
Selain forum, berbagai komunitas Paksi juga aktif memberikan penyuluhan antikorupsi dengan berbagai cara kreatif. Bermodalkan kesamaan hobi dan semangat, mereka menggunakan berbagai metode menyenangkan, seperti dongeng atau film.
Komunitas dongeng YaPyYaPo akan meneruskan program mereka, yaitu Diari (Dongeng Integritas Anak Negeri). Karena pandemi telah membaik, mereka berencana mengadakan Diari secara luring. "Kami berencana mendongeng integritas dari taman ke taman, sekolah-sekolah atau pesantren. Kami akan lebih memperbanyak kontak secara langsung dengan masyarakat," ujar Juliasih, ketua YapyYapo.
Selain YapyYapo ada juga PAK SUFI, komunitas Paksi yang terbentuk karena kegemaran mereka menonton film. Tahun lalu, PAK SUFI gencar mengadakan kegiatan nonton bareng dan diskusi film-film antikorupsi besutan ACFFEST.
Azizah Nuur Utami, pengurus PAK SUFI, mengatakan tahun ini akan menambah jenis kegiatan rutin untuk meningkatkan keterlibatan anggota, seperti reviu film melalui medsos, live ig tentang materi dasar korupsi di film, hingga kuis.
"Kami ingin menjadikan film sebagai media kampanye antikorupsi di berbagai elemen masyarakat," kata Azizah.