Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan agenda peluncuran E-Learning Integrity Rangers: Aksi Bersama Lawan Korupsi dengan menggelar workshop piloting program Pembelajaran Integritas berbasis e-learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), di Yogyakarta pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Sesi workshop ini memberikan ruang bagi peserta ASN untuk mencoba langsung platform e-learning, memahami alur pembelajaran, hingga mengevaluasi kesiapan teknis dan kelembagaan di instansi masing-masing.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membuka kegiatan workshop dengan menegaskan e-learning merupakan lompatan strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran adalah kunci untuk memastikan jutaan ASN dapat mengakses materi secara inklusif dan fleksibel.
Ia menekankan bahwa pembelajaran tidak lagi mensyaratkan kehadiran fisik di Pusat Edukasi Antikorupsi. Dengan perangkat digital yang dimiliki, setiap ASN dapat belajar di mana saja, kapan saja, dan tetap mendapatkan kualitas materi yang sama.
Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat proses pembudayaan integritas. Terutama bagi instansi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Workshop piloting ini dirancang dengan tujuan utama untuk menguji efektivitas e-learning dalam meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku ASN yang berintegritas.
Tidak lupa untuk menyusun rekomendasi kebijakan dan teknis bagi implementasi e-learning secara nasional. Selain itu, juga untuk menilai kesiapan kelembagaan dan infrastruktur digital instansi peserta, menguji keandalan sistem pembelajaran, serta mendapatkan umpan balik untuk penyempurnaan platform dan kurikulum.
Hasil pelatihan ini akan menjadi dasar penyusunan panduan teknis implementasi nasional berbasis pengalaman pilot project. Peserta workshop berasal dari berbagai instansi baik pusat dan daerah, serta terdiri dari tim teknis yang menjadi penanggung jawab dan pelaksana piloting.
Mulai dari pejabat setingkat Irjen, Kepala BPSDM, Sekda, pengelola Learning Management System (LMS), hingga bagian kepegawaian dan unit terkait lainnya. Kehadiran tim lintas instansi ini memastikan bahwa setiap instansi memahami mekanisme pelaksanaan, peran masing-masing, dan prosedur monitoring serta evaluasi dalam tahap pilot project.
Sesi pengenalan program ASN Berintegritas dibawakan oleh Gumilar Prana Wilaga dari KPK. Melalui penjelasan interaktif, ia mengajak peserta menelusuri modul e-learning sekaligus mencoba simulasi skenario dilema integritas. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah dunia fiksi edukatif bernama Nepotiland.
Di dalam platform ini, karakter Ara dan Bima memandu peserta melewati berbagai adegan yang mencerminkan situasi nyata birokrasi Indonesia. Pendekatan gamifikasi ini memadukan konsep kepribadian ala MBTI, skenario interaktif, dan tantangan berbasis misi sehingga proses belajar terasa lebih imersif dan menyenangkan.
Setiap ASN atau #KawanAksi dibekali elemen pembelajaran. Misalnya, hasil personal test, benda ajaib untuk menuntaskan misi, pop-up dictionary, referensi terintegrasi sebagai knowledge management, dan rangkuman perjalanan yang mencatat kemajuan belajar.
Komposisi elemen-elemen ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, emosional, dan perilaku secara bersamaan. Dalam sesi diskusi, dipandu Any Susanti menekankan pentingnya integrasi e-learning dalam pengembangan ASN berbasis teknologi, data, dan perubahan perilaku.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemahaman yang seragam di seluruh instansi peserta. Oleh sebab itu, workshop juga digunakan untuk menyamakan pemahaman mengenai prosedur pelaporan hasil pilot project. Termasuk pemanfaatan dashboard yang memudahkan pengawasan kemajuan pembelajaran secara real-time.
Selain aspek teknis, workshop menekankan pentingnya pembelajaran integritas bagi ASN. Sebagai ujung tombak pemerintahan dan layanan publik, ASN tidak hanya dituntut menguasai kompetensi profesional.
Namun, juga memiliki kualitas moral dan integritas. Penegasan ini juga terasa dalam respons para peserta yang mengikuti sesi uji coba platform dan merasakan langsung pendekatan pembelajaran barunya.
“Suatu kehormatan bagi kami bisa terpilih untuk piloting bersama berbagai instansi dari seluruh Indonesia. Semoga dengan program ini setidaknya bisa menerapkan budaya antikorupsi ke diri sendiri yang utama, baru memberikan contoh ke lingkungan,” ujar Ahmad Subagja salah satu peserta piloting program dari Pemprov Jawa Barat.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Jawa Barat siap mendukung keberhasilan program ini. “Kami berharap 56 ribu pegawai di Jawa Barat dapat mengikuti pembelajaran ini secara penuh,” katanya.
Peserta lain, Eka dari Kementerian Kesehatan, melihat metode baru ini sebagai angin segar dalam pendidikan antikorupsi. “Metode digital seperti ini tentu menambah perspektif baru dalam pelatihan budaya integritas,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi harus terus diperkuat. “Harapannya, sinergi kementerian dan pemerintah daerah semakin solid dalam membangun budaya antikorupsi,” ujarnya.
Di tengah upaya reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola, ASN yang berintegritas menjadi syarat mutlak bagi pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi. Program e-learning ini dirancang untuk membekali ASN mengenali, menghindari, dan melaporkan potensi berbagai bentuk korupsi.
Termasuk gratifikasi, nepotisme, dan konflik kepentingan. Tak lupa sekaligus melatih pengambilan keputusan etis melalui simulasi dan studi kasus nyata. Pelaksanaan program e-learning integritas dirancang secara bertahap.
Mulai dari penetapan arah strategis, pengembangan materi, pengembangan platform, hingga pelaksanaan pilot project, pemantauan, dan evaluasi. KPK menegaskan bahwa masukan dari seluruh peserta workshop akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum program ini diterapkan sebagai kurikulum nasional.
Dengan begitu, program e-learning ini dapat menjadi alat ukur integritas, kapabilitas, kedisiplinan, dan profesionalisme ASN secara menyeluruh. Workshop Integrity Rangers di Yogyakarta ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan antikorupsi berbasis digital.
Dengan platform interaktif, modul simulasi, dan kolaborasi lintas instansi, KPK optimistis program ini mampu mendorong pembentukan budaya kerja yang berintegritas di seluruh birokrasi Indonesia. #KawanAksi bisa coba langsung jelajahi petualangan seru bersama Ara & Bima dalam Integrity Rangers: Aksi Bersama Lawan Korupsi.