ACFFEST telah menjadi salah satu festival film di Indonesia yang terus konsisten berjalan sejak 2013. Diikuti ratusan sineas setiap tahunnya, ACFFEST selalu menghadirkan ide-ide cerita yang unik dan tidak biasa bertemakan antikorupsi. ACFFEST Movie Day disambut antusias para pengunjung, seperti yang digelar di Palangkaraya pada Sabtu (18/6).
Wuryono mengaku terkejut dengan antusiasme yang besar dari para sineas. Setiap kali penjurian, kata dia, para kurator harus rela bekerja keras mengamati satu per satu dari ratusan karya yang masuk. Perdebatan sering terjadi soal karya mana yang layak masuk sebagai finalis.
"Karena beragam aspek digali dalam penjurian, dan ternyata masing-masing memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Itulah mengapa akhirnya kami membuka pemenang 'kategori pilihan publik'. Mungkin mereka tidak mendapat juara, tapi mendapat special mention karena idenya memang layak diapresiasi," kata Wuryono.
Wuryono melanjutkan, ACFFEST tahun ini menjadi spesial karena bertepatan dengan presidensi Indonesia di G20. Karenanya dalam rangkaian ACFFEST diadakan International Film Screening pada pertemuan Anticorruption Working Group (ACWG) di Bali pada Juli mendatang.
"Pada International Film Screening, kami mengundang negara-negara sahabat untuk mengirim film-film antikorupsi. Kami juga mengadakan berbagai sub-kegiatan ACFFEST, seperti workshop terkait proses pembuatan film, ide cerita, editing, atau directing. Terbuka untuk umum dan gratis," ujar Wuryono.