Sebagai penyuluh antikorupsi (Paksi)—biasa dipanggil dengan sebutan master, Sherly Meyda sejak awal November disibukkan dengan agenda sosialisasi antikorupsi dari "Roadshow Bus KPK".
Rangkaian kegiatan KPK itu membuat dirinya harus berbagi waktu, kebetulan di Aceh juga berlangsung Puncak Kebudayaan Aceh ke-8. Waktu istirahat pun menjadi minim. Dampaknya, ia merasakan badannya mulai tidak nyaman.
Ketika dikontak ACLC KPK, Selasa (14 November 2023), dua hari usai penutupan Roadshow Bus KPK, ia belum bisa diajak berbicara via telepon. “Saya lagi kurang sehat, batu-batuk,” ujar Sekretaris Ikatan Penyuluh Antikorupsi Aceh (IPAK Aceh) itu.
Ia juga bercerita sejumlah rekannya di IPAK juga yang mengalami hal serupa. “(Mereka) alhamdulillah hanya batuk-batuk dan demam yang bisa dikendalikan dengan minum obat,” ujarnya.
Bus KPK yang dipimpin Kasatgas Sosialisasi dan Kampanye KPK Adhi Setyo Tamtomo tiba di gerbang perbatasan Sumatera Utara dan Aceh pada 30 Oktober sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka disambut oleh sebagian Paksi Aceh yang telah menunggu.
Mereka diterima oleh tim Pemprov Aceh, Pemkab Aceh Temiang, dan perwakilan Paksi. Dalam pertemuan bersama Sekda Aceh Temiang Asra, Master Adhi mengenalkan keberadaan penyuluh antikorupsi di Aceh.
Peran Paksi di Roadshow Bus KPK begitu signifikan. Mereka bergerak, sebagai ujung tombak, untuk mengenalkan nilai-nilai integritas di masyarakat. Maka, ketika IPAK Aceh dikukuhkan, Master Sherly sangat senang.
Hampir tiga tahun lamanya memegang sertifikat sebagai penyuluh antikorupsi, “Akhirnya dikukuhkan juga,” tutur pegawai Inspektorat Aceh Barat itu. Memendam waktu yang cukup lama, ia berharap Paksi Aceh mendapatkan perhatian dan bimbingan.
Pengukuhan IPAK Aceh dilakukan pada 9 November oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Aceh Bustami. Hadir dalam acara Ketua KPK Firli Bahuri beserta jajarannya, termasuk Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Dian Novianthi.
Di mata Master Sherly, agenda Roadshow Bus KPK memberikan pengalaman menyuluh dan mengedukasi dalam “kemasan” yang tidak membosankan. Semua lapisan masyarakat hadir mulai usia TK hingga dewasa.
Perasaan sama juga diutarakan Master Kasad, Master Amrullah, dan Master Nilawati.
Sebagai Ketua IPAK Aceh, Master Kasad mengucapkan banyak terima kasih karena “bisa berkontribusi langsung” sejak 30 Oktober hingga 12 November.
Master Amrullah menuturkan, kegiatan KPK sungguh luar biasa. “Kami sangat senang atas kesempatan yang diberikan oleh ketua IPAK dan KPK dapat mendampingi kegiatan Roadshow Bus KPK selama di Aceh, mulai dari perbatasan Sumatera Utara hingga kegiatan berakhir,” katanya.
Sementara itu, Master Nilawati yang selama kegiatan bertugas di stan KPK mengaku senang dan mengucapkan terima kasih telah dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ia senang bisa memberikan kontribusi dalam memberikan edukasi nilai-nilai antikoruipsi kepada masyarakat Aceh, khususnya di kalangan siswa.
**