AKSI / PAKSI SEBAR NILAI INTEGRITAS MELALUI BUDAYA PADA SEMINAR DUTA ANTIKORUPSI YOGYAKARTA
Dua orang paksi yang hadir, Aniek Juliarini dan Nurrohmah, membuka sesi seminar dengan membacakan puisi "Aku Peduli". Kepada para peserta seminar, Aniek mengatakan bahwa penyuluhan antikorupsi dapat dilakukan melalui berbagai macam budaya. Aniek menilai, pendekatan budaya akan dapat menyentuh hati ketimbang materi-materi yang serius.
"Edukasi melalui budaya adalah memberitahu tanpa rasa menggurui," kata Aniek.
Sementara Nurrohmah dalam seminar tersebut menjelaskan apa itu budaya, dampak korupsi, dan berbagai bentuk budaya sebagai metode penyuluhan.
Penyuluhan dengan budaya yang dapat dilakukan bentuknya bermacam-macam, mulai dari pantun, puisi, lagu, tembang Jawa, atau film. Bahkan, seni batik bisa jadi sarana penyuluhan antikorupsi, yaitu dengan membuat corak-corak bernapaskan integritas.
Selajutnya peserta seminar dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompoknya melakukan brainstorming untuk menentukan jenis budaya apa yang akan dilakukan untuk menyebarkan antikorupsi dan medianya.
Hasil diskusi kelompok memunculkan berbagai ide menarik. Di antaranya adalah menyampaikan pesan melalui puisi, lagu, TikTok, podcast, dan video/film, hingga tanya jawab terkait antikorupsi di medsos.
Selanjutnya, para peserta sepakat akan mewujudkan rencana aksi tersebut dalam waktu dua minggu setelah seminar berlangsung.