AKSI / KPK DAN FORUM PAKSIJI GALI GAGASAN ANTIKORUPSI MASYARAKAT YOGYAKARTA
Peran serta masyarakat mutlak diperlukan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Untuk mendorong peran serta tersebut, KPK bekerja sama dengan Forum Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAKSIJI) menggali gagasan-gagasan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam mencegah korupsi.
Kegiatan ini dilakukan dalam Workshop “Implementasi Literasi Digital sebagai Sarana Penyuluhan dalam Pendidikan Antikorupsi di Masyarakat” yang diadakan oleh PAKSIJI di Hotel Grand Rohan Jogja, Bantul, Yogyakarta pada 19-20 November 2022 lalu. Hadir sebagai peserta adalah para perwakilan dari 19 organisasi masyarakat di Yogyakarta.
Alih-alih memberikan ceramah mengenai antikorupsi, Sandri Justiana, Spesialis Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, mengajak para peserta untuk brainstorming. Sandri mengajak mereka memberikan gagasan terbaiknya dalam upaya melawan korupsi.
Peserta dibagi menjadi delapan kelompok, mereka kemudian berdiskusi untuk menghasilkan satu gagasan antikorupsi terbaik dan mempresentasikannya. Menggunakan metode Crazy 8 Brainstorming, Sandri mendorong para peserta untuk putar otak dan adu gagasan mengenai ide-ide mereka.
Berbagai ide, beberapa di antaranya out of the box, bermunculan dari sesi brainstorming tersebut. Di antaranya adalah pembentukan Duta Mahasiswa Antikorupsi sebagai upaya membentuk bibit berintegritas untuk masa depan, beraksi melalui film dan cerita untuk anak-anak, pembentukan jaringan korupsi lintas iman, hingga sosialisasi parenting emak-emak jujur.
Sandri mengatakan, cara brainstorming ini menuntut para peserta terlibat aktif dalam kegiatan, bukan hanya mendengarkan materi tentang antikorupsi. Dari situ juga, kata Sandri, KPK meyakini bahwa masyarakat sebenarnya memiliki semangat antikorupsi, tinggal bagaimana cara merealisasikannya menjadi aksi.
“Ide-ide yang muncul sangat bagus. Namun, kami berharap berbagai gagasan itu tidak hanya berakhir di papan ide, melainkan juga diwujudkan ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Kami yakin, ide-ide itu dapat membawa perubahan yang positif untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Sandri.
Produk Literasi Digital KPK
Dalam kegiatan tersebut, KPK juga memperkenalkan beberapa produk literasi digital yang dapat digunakan oleh para peserta untuk menunjang gagasan-gagasan yang telah dirancang tersebut. Produk-produk itu beragam bentuknya, mulai dari e-book, board game, film, hingga musik yang semuanya bertemakan antikorupsi.
“Untuk menjalankan program-program keren tersebut pasti membutuhkan media. Untuk itu, KPK melalui portal aclc.kpk.go.id berkomitmen menyediakan referensi konten pembelajaran antikorupsi, menjadi etalase informasi pembelajaran antikorupsi, dan memfasilitasi akses satu pintu bagi masyarakat untuk belajar antikorupsi,” ujar Aldi Wahyu Pradana, Penyuluh Antikorupsi sekaligus fasilitator dari KPK.
Pemateri lainnya dalam workshop itu, Sugiarto, Fungsional Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, mengatakan bahwa literasi digital diperlukan untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi.
“Menentang korupsi perlu juga disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga workshop terkait literasi digital kali ini sangat penting,” ujar Sugiarto yang juga pembina dari PAKSIJI.
Dari kegiatan itu, Sugiarto berharap peserta memiliki skill baru terkait literasi digital yang dapat menjadi alternatif untuk melakukan penyuluhan antikorupsi di masyarakat.
Jamiludin, salah satu peserta perwakilan dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku bahwa kegiatan yang diikutinya memberikan manfaat dan memantik dirinya untuk turut andil dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Kegiatan ini luar biasa istimewa, karena saya mendapatkan informasi seputar gerakan antikorupsi yang digagas oleh KPK dan juga PAKSIJI. Secara pribadi saya berharap bisa bergabung menjadi Penyuluh Antikorupsi untuk turut serta menggelorakan semangat antikorupsi di negeri ini,” Ujar Jamiludin
Kegiatan workshop ditutup dengan motivasi kepada peserta oleh Shinta, Ketua Bidang Pemasyarakatan PAKSIJI, agar semakin menguatkan semangat peserta untuk mencegah dan menentang korupsi.
“You are what you think and you are what you say, dari kalimat tersebut saya ingin mengajak mas bro dan mbak sist untuk mengubah mindset. Bahwa yang namanya melawan korupsi dapat dimulai dari diri kita terlebih dahulu,” tutur Shinta yang akrab disapa Bunda Cinta. (AWP/ARM)