AKSI / MENDONGENG HINGGA NOBAR FILM, RAGAM CARA PAKSI PERINGATI HARI ANAK NASIONAL
Para Penyuluh Antikorupsi (Paksi) turut serta memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2022 lalu. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan HAN, mulai dari membacakan dongeng, diskusi anak, hingga nonton bareng film-film antikorupsi dan integritas.
Salah satu yang mengadakan kegiatan tersebut adalah YaPyYaPo, komunitas Paksi pendongeng. Pada HAN, komunitas beranggotakan 50 orang ini menghadirkan empat Paksi yang membacakan "Dongeng Integritas", disiarkan langsung di akun Instagram mereka.
Dongeng yang disampaikan mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai integritas dan antikorupsi. Iin Purwanti, salah seorang Paksi yang mendongeng dalam acara tersebut mengatakan, kisah-kisah yang mereka bacakan berasal dari Seri Tunas Integritas KPK.
Dongeng disampaikan dalam waktu sekitar 7 menit setiap orangnya. Iin mengatakan, durasi tersebut disesuaikan dengan jangka waktu anak berkonsentrasi mendengarkan cerita.
"Pesan-pesannya sesuai dengan tema Hari Anak Nasional tahun ini, yaitu tentang perlindungan anak," kata Iin dalam perbincangan dengan ACLC.
"Beberapa tahun belakangan ini anak-anak dihadapkan pada perundungan, pelecehan, atau bias gender yang amat sangat darurat. Sudah saatnya kita aware dengan hal-hal yang mengancam jiwa anak," lanjut dia.
Kegiatan mendongeng oleh YaPyYaPo ini rutin diadakan dengan tema-tema yang beragam. Bulan depan, YaPyYaPo akan mengadakan kegiatan mendongeng dengan tema Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
"Dengan mendongeng pesan-pesan mudah tersampaikan kepada anak, mereka juga jadi happy," kata Iin.
Peringatan hari anak juga diadakan secara daring oleh komunitas Paksi pecinta film atau PAK Sufi pada akhir pekan lalu. Dalam kegiatan ini diadakan nonton bareng film antikorupsi, sekaligus reviu langsung oleh anak-anak.
Ada delapan anak yang dengan lugas dan berani menyampaikan pandangan mereka tentang film yang diputar. Kedelapan anak kelas 5 hingga 9 itu tidak lain adalah putra dan putri dari para Paksi.
"Acara ini merupakan bentuk penyuluhan menggunakan media film, sederhana dan tidak menggurui," kata Achmad Suryaman, penanggung jawab kegiatan tersebut.
Dua film yang diputar berjudul "Liburan Diam-diam" dan "Jangan Bilang Siapa-Siapa". Setelah nobar anak-anak diminta mengidentifikasi dan berdiskusi soal perbuatan bernilai integritas di dalamnya.
"Melalui acara ini diperkenalkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi sejak dini menggunakan media yg cocok bagi mereka, dalam hal ini film," kata Achmad.
Peringatan HAN yang melibatkan Paksi tidak hanya digelar secara daring, tetapi juga luring. Salah satunya diadakan di Kota Padang, Sumatera Barat. Forum #ObatManjur yang bekerja sama dengan Sakato Community Hub menggelar peringatan HAN dengan mengundang sekitar 30 anak.
Pada kegiatan tersebut, diadakan acara nonton bareng film antikorupsi, kreasi anak, dan bermain boardgame Terajana.
Yayuk Rahayu, salah satu Paksi yang terlibat dalam kegiatan itu, mengatakan film yang ditampilkan berkisah tentang perundungan. Setelah menonton film, anak diminta menceritakan kembali apa yang terjadi melalui gambar. Harapannya, dapat tumbuh kepedulian dalam diri anak sehingga perundungan tidak terjadi.
"Inti dari kepedulian adalah menolong orang lain dan lingkungannya. Dampaknya langsung terlihat setelah acara, mereka langsung memunguti dan membuang sampah di lokasi. Kepedulian bisa dimulai dari hal kecil seperti ini," ujar Yayuk.