Peringatan puncak Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Yogyakarta berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Terutama saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan penghargaan Forum Paksi dan API Berdaya kepada tujuh forum penyuluh antikorupsi terbaik dari berbagai daerah dan kementerian.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah komunitas penyuluh antikorupsi yang telah mendorong perubahan nyata di tingkat lokal hingga nasional. Penghargaan kategori pemerintah daerah diberikan kepada FORPAK API Banten, Forum Paksi Bali, KOMPAK API Jawa Tengah, KOMPAK Kaltim, serta Forum Pak SIJI DIY.
Kelima forum tersebut hadir melalui perwakilan resmi, mulai dari Gubernur Banten Andra Soni, Inspektur Daerah Provinsi Bali I Wayan Sugiada, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Staf Ahli Bidang SDA Kaltim Arief Murdiyanto, hingga Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X sebagai tuan rumah.
Sementara itu, dua forum dari kementerian turut menerima apresiasi tertinggi di kategori Kementerian/Lembaga, yaitu Forum Paksi API Dana Rakca Kementerian Keuangan yang diwakili Sekretaris Itjen Kemenkeu Nur Achmad serta Forum Paksi GTK Madrasah Kementerian Agama yang diwakili langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan bahwa spirit antikorupsi telah mengakar kuat dalam budaya Jawa. Termasuk dalam falsafah tradisional yang diwariskan sejak masa Sultan Hamengkubuwono I.
“Waspadalah gerak geriknya, jangan terpengaruh oleh keinginan untuk mencuri karena sungguh berat konsekuensinya,” ujarnya.
mengutip ajaran leluhur yang menekankan kehati-hatian moral dalam memegang amanah. Ia menegaskan komitmen Pemda DIY mendorong pencegahan korupsi dari level terbawah. Terutama melalui reformasi kelurahan berbasis tata kelola, transparansi, dan partisipasi publik.
Lebih jauh, Sri Sultan menyampaikan bahwa perayaan Hakordia menjadi ruang refleksi nasional untuk menjaga martabat bangsa melalui pemerintahan yang bersih. “Pemberantasan korupsi adalah komitmen moral yang memerlukan keseimbangan antara hukum yang kuat, pengawasan yang tegas, dan keteladanan para pemimpin,” katanya.
Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam pidatonya menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap Hakordia 2025 yang kali ini sengaja dipusatkan di Yogyakarta. “Ekspektasi masyarakat menyambut Hakordia ini begitu luar biasa. Yogyakarta dikenal dengan kesederhanaannya, dan itulah yang menginspirasi KPK memilih Yogya sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Setyo juga menyinggung capaian nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) DIY yang mencapai 79,4, angka yang dinilai dapat menjadi motivasi bagi daerah lain. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa secara nasional skor SPI Indonesia masih berada pada kategori rentan.
“Skor ini bukan sekadar angka, tapi menunjukkan bahwa perilaku korupsi masih ada. Oleh sebab itu, tema tahun ini adalah Satukan Aksi Basmi Korupsi. Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus dilakukan bersama,” tegasnya.
Penghargaan Forum Paksi dan API Berdaya tahun ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Salah satu penerima penghargaan kategori pemerintah daerah, FORPAK API Banten, memberikan kesan mendalam atas apresiasi tersebut.
Ketua FORPAK API Banten, Hj. Ratu Syafitri Muhayati menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar setelah dinobatkan sebagai salah satu forum terbaik.
“Semoga dengan penghargaan ini, visi Pemerintah Provinsi Banten untuk mewujudkan Banten maju, adil, merata, dan tidak korupsi bisa benar-benar terwujud. Kami persembahkan penghargaan ini sebesar-besarnya untuk Pemerintah Provinsi Banten. Semoga cita-cita tersebut tidak hanya menjadi kalimat atau tulisan di atas kertas, bukan hanya janji politik atau janji kampanye,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi masyarakat dan pemerintah dapat melahirkan perubahan signifikan dalam agenda antikorupsi. “Kami percaya Forum Paksi API Berdaya memiliki peran yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang akan datang,” tegasnya.
“Mungkin dampaknya tidak langsung kita rasakan saat ini. Namun, untuk masa depan, minimal kita masih punya seruan aksi, seruan implementasi, dan seruan untuk saling mengingatkan agar lebih baik, disiplin, dan jujur. Edukasi yang konsisten jauh lebih kuat daripada penindakan semata,” ungkapnya.
Sementara itu, penghargaan bagi forum dari kementerian turut diapresiasi langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yasmin Yassierli. Khususnya terkait peluncuran SKKNI Penyuluh Antikorupsi yang juga berlangsung di rangkaian acara yang sama. Ia menilai kehadiran penyuluh antikorupsi yang tersertifikasi menjadi pilar penting dalam memperkuat integritas di sektor publik maupun masyarakat luas.
Ketua KPK Setyo Budiyanto juga menekankan pentingnya melibatkan para pemimpin puncak dalam gerakan penyuluhan antikorupsi. Ia berharap struktur Forum Paksi ke depan dapat melibatkan pejabat tinggi, bukan hanya level pelaksana.
“Saya minta dibalik. Jangan hanya eselon tiga atau staf. Kepala dinas atau direktur harus menjadi penyuluh agar ada keteladanan dan beban moral yang lebih kuat,” tegasnya.
Setyo berharap pemberantasan korupsi tidak hanya soal aturan administratif. Namun, juga tindakan moral dan mental yang harus dijaga seluruh pemangku jabatan. Itu sebabnya, sinergi lintas lembaga, dari kementerian, pemerintah daerah, hingga komunitas penyuluh, dinilai sangat menentukan keberhasilan agenda antikorupsi nasional.
Momentum puncak Hakordia 2025 di Yogyakarta tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Namun, merupakan penegasan gerakan antikorupsi adalah kerja kolektif. Penghargaan Forum Paksi dan API Berdaya menjadi bukti bahwa inisiatif masyarakat, komunitas, dan aparatur negara dapat bersinergi menghasilkan perubahan.
Dengan semakin banyaknya forum penyuluh aktif di berbagai daerah, diharapkan nilai integritas dapat tumbuh lebih subur dan menjadi budaya bersama, bukan sekadar slogan. Dengan komitmen bersama, KPK optimistis pembelajaran antikorupsi bisa lebih dipahami dan diaplikasikan.
#KawanAksi yang mau memahami lebih jauh terkait korupsi bisa coba langsung e-learning Integrity Rangers: Aksi Bersama Lawan Korupsi yang interaktif. Pastinya, kamu akan lebih mudah mengerti karena dikemas secara interaktif.