KOMISI Pemberantasan Korupsi pekan ini menyambangi Kabupaten Pandeglang dalam rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK di Banten.
Selama empat hari, Kamis-Minggu (29 Agustus-1 September 2024), KPK dibantu sejumlah penyuluh antikorupsi memberikan materi edukasi antikorupsi kepada berbagai lapisan masyarakat.
Bupati Pandeglang Irna Nulita mengucapkan terima kasih KPK telah hadir di daerahnya. Ia mengatakan, pihaknya akan bergerak secara masif dalam membangun budaya antikorupsi mulai dari PAUD, sekolah-sekolah, dan kantor dinas.
“Kami akan masifkan pencegahan korupsi, budaya antikorupsi kami gelorakan, dan kami bumikan nilai-nilai integritas,” ujar Irna saat memberikan sambutan dalam pembukaan Roadshow Bus KPK, Kamis (29 Agustus).
Melalui Roadshow Bus KPK, menurutnya, bakal membawa semangat baru bagi Pandeglang. “Biar publik paham tiga huruf ini (menunjuk logo KPK, red). Serem tiga huruf ini,” tuturnya.
Ia menambahkan: “Tapi, sebagai hamba Tuhan, kita harus menjaga integritas. Karena integritas menjadi lokomotif untuk berbuat baik...jangan sampai melakukan tindakan tidak terpuji. Saya berakhir Maret 2025, saya ingin ‘husnul khotimah’,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Yonathan Demme Tangdilintin mengingatkan kembali kepada jajaran Pemkab Pandeglang tentang bahaya korupsi.
Ada sebanyak 30 jenis korupsi yang dikelompokkan menjadi tujuh jenis, yaitu menyebabkan kerugian negara, gratifikasi, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan, perbuatan curang, pemerasan, dan suap-menyuap.
“Kita harus menjauhi 30 jenis korupsi itu,” ujar Yonathan.