Baca:
Hal yang diutarakan Mungki berkesesuaian dengan riset Deep Indonesia, organisasi yang fokus pada isu demokrasi dan pemerintahan, yang dilakukan pada Pilkada Jawa Barat 2020 dan Pemilu 2019.
Hasil riset menunjukkan sebanyak 44 persen responden pemilih menolak politik uang, tapi menerima uangnya. Lalu, sebanyak 28 persen responden mengaku menikmati politik uang dan hanya 17 persen responden menolak politik uang dan menghindarinya, tapi tidak mau melaporkan.
Tergambarkan pula, bahwa kalangan perempuan menjadi kelompok mayoritas yang disasar politik uang dengan 82 persen. Sisanya, laki-laki 13 persen dan Generasi Z plus milenial sekitar lima persen. Usia kalangan perempuan yang cenderung menerima politik uang antara 36-50 tahun (60 persen), usia 51-64 tahun (24 persen), dan 17-35 tahun (16 persen).
Adapun Daftar Pemilih Tetap 2019 menunjukkan jumlah pemilih perempuan sebanyak 50,08 persen, lebih banyak dibandingkan lelaki yang sebesar 49,92 persen. Deep Indonesia mengutarakan, masyarakat cenderung memahami politik uang dalam bentuk uang, padahal kategorinya bisa bermacam-macam.
Pada Minggu pagi, lapangan Karangpawitan—situs bersejarah di Kabupaten Karawang dipenuhi ratusan warga, pelajar, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang. Karawang menjadi kota ketujuh yang ditandangi oleh KPK dalam rangkaian Roadshow Bus KPK: Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi 2023.
Setelah Karawang, KPK akan mengakhiri rangkaian kunjungan Bus KPK di Kota Bandung pada 2 Juli mendatang. Total delapan kota yang dikunjungi KPK di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Sejak kegiatan diluncurkan pada 7 Mei lalu, sejumlah kota yang telah disambangi KPK, antara lain Jakarta, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kota Bekasi.
Selain acara diskusi, sejumlah warga terlihat memanfaatkan layanan yang disediakan KPK di bus warna-warni bertulis "Berani Jujur Hebat" dan "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi". Tersedia buku hingga mini game komputer bertema antikorupsi, seperti "Bolos Sekolah", "Tangkap Koruptor", "Nyontex", "Sahabat Pemberani Acak Cerita", "Sahabat Pemberani Tangkap Kata", "Sahabat Pemberani Board Game", "Djamal Mahalnya Kejujuran", dan "Robot KPK".