AKSI / USAI PAKU INTEGRITAS, PENJABAT GUBERNUR SIAP SUARAKAN ANTIKORUPSI DI JAJARANNYA
Para Penjabat Gubernur peserta PAKU Integritas mengaku terkesan dengan pelatihan antikorupsi yang diberikan KPK dalam kegiatan tersebut. Mereka berkomitmen akan menerapkan pelatihan serupa kepada seluruh jajarannya, untuk menciptakan birokrasi bersih antikorupsi.
PAKU Integritas pada Kamis, 3 November 2022, diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari para Penjabat Gubernur, Sekretaris Daerah serta Ketua dan Wakil DPR. Salah satu pesertanya adalah Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengatakan PAKU Integritas sangat penting untuk diterapkan di jajarannya.
"PAKU Integritas sangat berkesan di hati saya, ini akan jadi patokan saya dalam bekerja. Saya akan mengimplementasikannya kepada seluruh jajaran, kepala dinas, biro, dan pejabat di level eselon III dan seterusnya," lanjut Heru.
Hal yang sama disampaikan oleh Al Muktabar, penjabat Gubernur Banten, yang mengatakan akan menggelar pelatihan antikorupsi di seluruh Provinsi Banten, dari kabupaten hingga kota. "Kami ingin melakukan perubahan sistem dan nilai-nilai pada aparatur sipil negara," ujar Al Muktabar.
Untuk mendorong program-program antikorupsi ini, kata Al Muktabar, Banten juga telah membangun keterikatan dengan KPK dan para Penyuluh Antikorupsi (Paksi). "Ini dilakukan untuk memastikan kemajuan pembangunan di Banten, dan di Indonesia," lanjut dia.
Sebagai pelatihan antikorupsi untuk pejabat eselon I, PAKU Integritas memberikan berbagai materi untuk mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih. Narasumber yang dihadirkan adalah pendiri Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, eks komisioner KPK Ery Riyana Hardjapamekas, dan motivator ESQ Ary Ginanjar Agustian yang membawakan materi-materi seputar antikorupsi dan integritas selama sehari penuh.
"Saya merasa surprise dengan kegiatan ini," ujar Paulus Waterpauw, Penjabat Gubernur Papua Barat.
Menurut Paulus, integritas adalah nilai-nilai yang harus dimiliki pemimpin, demi terciptanya percepatan pembangunan di daerah. "Kami berharap momen ini tidak hanya bagi kami, tapi juga menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat," tutur Paulus lagi.
Yongki Roberto Fonataba, Wakil Ketua DPR Papua Barat, mengaku mendapatkan pengalaman yang istimewa dengan menjadi peserta PAKU Integritas. Dia mengatakan, ilmu yang didapat pada PAKU Integritas dapat diterapkan tidak hanya di jajarannya, melainkan juga pada kehidupan keluarganya.
"Ini menjadi tantangan baru bagi kami, untuk hidup lebih bersih, jujur, untuk kesejahteraan masyarakat kita," ujar Yongki.
Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, bahkan mengatakan PAKU Integritas adalah diklat terbaik untuk pemahaman antikorupsi. Dia berharap, PAKU Integritas akan terus hadir dan melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari DPR, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, hingga pihak swasta.
"Harus ada pemahaman yang sama tentang korupsi. Jika ini dilakukan secara simultan pada seluruh stakholder yang ada, saya yakin kita bisa membangun satu konstruksi dan pemahaman negara yang antikorupsi," kata Hamka.
Mengunjungi Rutan KPK
Selain mendapatkan materi dari berbagai narasumber, peserta PAKU Integritas juga diajak melakukan studi pengenalan lingkungan Rumah Tahanan KPK. Swasti Putri Mahatmi, Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Eksternal KPK, mengatakan program tersebut tidak hanya untuk memberikan gambaran Rutan KPK, tapi juga sebagai refleksi diri bagi para peserta.
“Studi ini akan menjadi refleksi diri bagi para peserta, bahwa menggadaikan amanah dengan korupsi, hanya demi kepentingan sesaat, akan membuat seseorang masuk penjara, membuat malu dan menyengsarakan diri, anak, istri, dan keluarga,” kata Swasti.
Menurut para peserta, studi pengenalan lingkungan Rutan KPK itu sangat berkesan bagi mereka. Beberapa peserta mengaku pengalaman tersebut sangat berharga dan membuka mata akan akibat dari korupsi.
"Paling berkesan adalah berkunjung ke Rutan, menambah semangat saya untuk terus meningkatkan integritas yang kami miliki," kata Heru.
"Kunjungan ke Rumah Tahanan KPK membuat kami jauh berpikir ke depan, bahwa kami memang harus menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Al Muktabar.
Atmosfer Rutan KPK diakui para peserta memberikan efek psikologis tersendiri, salah satunya Hamka yang mengaku mendapatkan pengalaman mengerikan. "Terus terang saya ngeri. Ini adalah pembelajaran yang patut kita sama-sama cermati," kata Hamka.
"Semoga Allah menjaga kami dalam menjalankan amanah ini, dan mudah-mudahan terhindar dari hal-hal yang sifatnya merugikan diri kami, keluarga, dan masyarakat," lanjut Hamka.