AKSI / RIBUAN KADER DARI 4 PARTAI PERKUAT INTEGRITAS MELALUI PCB TERPADU
Pembekalan integritas untuk kader partai politik pada Program Politik Cerdas Berintegritas Terpadu (PCB Terpadu) telah diikuti secara antusias oleh ribuan kader dari empat partai. Dalam PCB Terpadu, para peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait penguatan integritas dan antikorupsi dari KPK RI.
Total ada 20 partai politik Indonesia yang akan mengikuti rangkaian PCB Terpadu tahun ini. Empat partai pertama yang telah menjalani pembekalan adalah Partai Amanat Nasional (PAN) pada 25 Mei 2022, Partai Bulan Bintang (PBB) pada 2 Juni 2022, Partai Demokrat pada 14 Juni 2022, dan Partai Gerindra pada 20 Juni 2022.
Kegiatan berlangsung secara luring di gedung ACLC KPK, Jakarta, dan daring melalui aplikasi konferensi video serta disiarkan langsung melalui Youtube. Total seluruh peserta baik luring dan daring mencapai lebih dari 5.000 orang, terdiri dari seluruh kader dari 4 partai politik.
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan PCB Terpadu adalah upaya KPK dalam melibatkan parpol pada strategi pemberantasan korupsi. Parpol, kata Firli, memiliki peran penting dalam orkestrasi pemberantasan korupsi yang tengah dilakukan KPK.
"Parpol memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi. Karena parpol menguasai suara rakyat, menghasilkan wakil rakyat, menghasilkan para pemimpin, hingga merumuskan dan menghasilkan seluruh regulasi," ujar Firli dalam sambutannya pada PCB Terpadu untuk PAN.
Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar yang mengatakan demokrasi di Indonesia tidak akan hadir tanpa kehadiran parpol. Lili berharap melalui PCB ini akan lahir calon pemimpin bangsa yang berintegritas.
"Sebagai mesin penggerak demokrasi, Parpol diharapkan bisa menghasilkan para pemimpin nasional dan daerah yang bersih dari tindak pidana korupsi. Harapannya, tidak akan ada lagi pemimpin dari parpol yang dipenjara karena korupsi," kata Lili kepada para kader PBB.
Materi yang Memunculkan Kesadaran
Dalam PCB Terpadu, para peserta mendapatkan berbagai materi, seperti penguatan integritas, Sistem Integritas Partai Politik (SIPP), dan mengenai pembelajaran mandiri antikorupsi. Materi-materi tersebut disampaikan oleh para pejabat di Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam sambutannya kepada kader Partai Demokrat mengatakan, berbagai materi ini bukan hanya untuk kepentingan KPK, tapi juga bagi kebaikan parpol itu sendiri. Usai PCB Terpadu ini, kata Nurul, parpol diharapkan dapat melanjutkan penguatan integritas dengan berbagai macam cara.
"Tidak ada parpol yang sehat, lifetime-nya panjang, kecuali dibangun dengan integritas," kata Nurul.
Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, mengapresiasi gelaran PCB Terpadu yang menurutnya sangat penting bagi upaya pencegahan korupsi. "Kami semua datang kemari untuk memberikan dukungan kepada KPK. Pencegahan dan pendidikan ini teramat penting," kata Zulkifli yang kini menjabat Menteri Perdagangan RI.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani berterima kasih kepada KPK yang mengadakan PCB Terpadu. Muzani yang memimpin rombongan besar lebih dari 70 kader Gerindra mengatakan, materi-materi dalam kegiatan PCB telah memunculkan kesadaran para kader.
"Kita pun baru tahu ada yang tidak boleh. Kesadaran seperti itu dimulai dari proses pendidikan seperti ini," kata Muzani.
"Saya berterima kasih kepada KPK karena memberitahu kami tentang bagaimana mengelola kepercayaan masyarakat dan melakukan pencegahan (korupsi)," lanjut dia.
E-Learning PCB Terpadu
Pembekalan PCB Terpadu ini akan dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri Antikorupsi sektor Politik secara Elektronik (E-Learning). Melalui situs ACLC, para kader parpol dapat mengikuti berbagai topik edukasi antikorupsi meliputi materi pencegahan, pendidikan dan penindakan korupsi serta materi tematik sektor politik.
Materi-materi yang diberikan diharapkan tertanam di sanubari para kader parpol. Agar ketika mereka terpilih menjadi pemimpin dan wakil rakyat, amanah besar untuk kemajuan bangsa tersebut tidak dikhianati dengan melakukan korupsi.
"Saya berharap ketika terpilih jadi wakil rakyat, spirit-nya akan sama dengan kami di KPK. Jangan sampai demokrasi dimaknai sebagai kesempatan untuk meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam PCB Terpadu untuk Partai Gerindra.