SETIAP bus KPK singgah dari kota ke kota, di situ pulalah ada penyuluh antikorupsi (Paksi). Edukasi antikorupsi menjadi strategi utama KPK bersama Paksi-paksi dalam pemberantasan korupsi.
Di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten pekan lalu, keterlibatan Paksi di Roadshow Bus KPK sangat nyata. Mereka yang berasal dari beberapa daerah di provinsi paling kulon Jawa itu rela meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan utama.
Master Iis Khaerunisah, salah satu Paksi yang hadir, mengaku sangat senang bisa ikut dalam kegiatan bus KPK. Menurutnya, kegiatan tersebut selain memberikan edukasi antikorupsi, juga mendekatkan KPK, termasuk Paksi dengan masyarakat secara lebih luas.
Ia berharap Bus KPK bisa menjadi media sosialisasi yang mudah dicerna oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya berharap Roadshow Bus KPK tidak hanya memberikan edukasi antikorupsi yang menyasar kaum terdidik seperti pegawai, pelajar dan mahasiswa,” kata Guru SMA Negeri 1 Pontang, Serang.
“Tapi, seharusnya juga punya strategi bagaimana mengedukasi para pedagang kaki, tukang becak, tukang parkir, buruh dan kelompok ekonomi lemah lainnya. Karena mereka adalah sasaran empuk politik uang dan pemerasan.”
Ia juga menyarankan pada kegiatan berikutnya, sasaran edukasi antikorupsi bisa memilih masyarakat di pinggir pantai atau pelosok. “Agar KPK dapat gambaran riil bagaimana kondisi masyarakat kita,” ia menambahkan.