AKSI / PAKSI NTB AJAK ATLET IKUT BERPERAN DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI
Memberantas korupsi bukan kerja KPK semata, melainkan melibatkan peran serta seluruh masyarakat di Indonesia. Atlet, sebagai bagian dari masyarakat, ternyata juga memiliki peran penting dalam menyuarakan nilai-nilai antikorupsi.
Hal ini ditegaskan oleh Yacob Yahya, Penyuluh Antikorupsi (Paksi) dalam penyuluhan di Dojo Garuda, SD Negeri Pungka, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (16/10) lalu. Di hadapan sekitar 80 karateka usia SD hingga mahasiswa, Yacob bersama dua calon Paksi, Agas Mulya Tanjung Julando dan Hayatun Nufus, menekankan pentingnya atlet memegang nilai-nilai integritas demi Indonesia yang bebas korupsi.
"Kami menyampaikan bahwa sebenarnya para karateka telah menerapkan nilai-nilai antikorupsi dengan dibentuknya mental jujur, ksatria, disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati," kata Yacob dalam perbincangan dengan ACLC.
Penyuluhan berlangsung interaktif dengan banyak karateka yang bertanya kepada Yacob. Salah satu pertanyaan menarik adalah kiat bangkit dari kekalahan. Yacob menilai, menerima kekalahan juga merupakan salah satu bentuk nilai antikorupsi, yaitu kejujuran dan sportivitas.
"Kita perlu segera bangkit dari kekalahan dengan berlatih secara disiplin dan kerja keras. Atlet harus pantang menyerah. Hal ini sangat jelas merupakan penerapan nilai-nilai antikorupsi," ujar Yacob.
Memiliki istri mantan atlet panjat tebing, Yacob mengaku salut dengan dedikasi dan kerja keras para atlet. Demi meraih mimpi dan prestasi, para atlet rela bekerja sangat keras. Dengan kepribadian yang tangguh ini, atlet sudah seyogyanya terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
"Prestasi tidak ada artinya jika didapatkan dengan cara yang curang atau jalan pintas. Yang terpenting, prestasi yang diraih adalah hasil jerih payah sendiri secara jujur dan adil. Semuanya itu merupakan nilai-nilai integritas dan antikorupsi," kata Yacob.