You are using very small device. We're sorry we're unable to support your device. Please consider opening this website on other device.

 

Infografis

Nilai-nilai Antikorupsi

Korupsi terjadi ketika tidak ada nilai-nilai antikorupsi yang kuat ditanamkan dalam diri. Melalui pembiasaan dan pengembangan nilai-nilai antikorupsi diharapkan memiliki kendali diri terhadap pengaruh buruk lingkungan. Hal ini akan menghindarkan diri dari praktik-praktik korupsi.

 


Kode Etik Penyuluh Antikorupsi

Kode etik penyuluh antikorupsi diantaranya religiusitas (bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga amanah dalam tugas kepenyuluhan), integritas (mematuhi dan melaksanakan peraturan penyuluh), profesionalisme (patuh dan konsisten terhadap kebijakan dan standar operasi baku), keadilan, kepemimpinan, etika perilaku.

 


Pengertian Integritas

Berdasarkan kamus kompetensi perilaku KPK, yang dimaksud dengan integritas adalah bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).

 


Sudahkah Kita Berintegritas?

Mengakui pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan. Memperbaiki pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan. Mengingatkan orang lain karena tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini. Menegur orang lain karena melanggar nilai-nilai dan norma yang diyakini.

 

 


Pengertian Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan memiliki atau diduga memiliki kepentingan pribadi atas setiap penggunaan wewenang yang dimilikinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya.

 


Prinsip Dasar Penanganan Konflik Kepentingan

Penanganan konflik kepentingan pada dasarnya dilakukan melalui perbaikan: nilai, sistem, pribadi dan budaya. Prinsip dasar yang terkait dengan keempat hal di atas meliputi mengutamakan kepentingan publik, menciptakan keterbukaan penanganan dan pengawasan konflik kepentingan, mendorong tanggung jawab pribadi dan sikap keteladanan, dan menciptakan dan membina budaya organisasi yang tidak toleran terhadap konflik kepentingan.


Tahapan dalam Penanganan Konflik Kepentingan

Tahapan dalam penanganan konflik kepentingan diantaranya : pertama, penyusunan kerangka kebijakan; kedua, identifikasi situasi konflik kepentingan; ketiga, penyusunan strategi penanganan konflik kepentingan; keempat, penyiapan serangkaian tindakan untuk menangani konflik kepentingan.

 

 


Faktor Pendukung Keberhasilan Penanganan Konflik Kepentingan

Faktor pendukung keberhasilan penanganan konflik kepentingan meliputi komitmen dan keteladanan pemimpin, partisipasi dan keterlibatan para penyelenggara negara, perhatian khusus atas hal tertentu, langkah-langkah preventif, penegakan kebijakan konflik kepentingan, pemantauan dan evaluasi.

 

 



Copyright © 2019 Komisi Pemberantasan Korupsi