You are using very small device. We're sorry we're unable to support your device. Please consider opening this website on other device.


Infografis

Berdasarkan SKKNI Penyuluh Antikorupsi ada 7 keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang Penyuluh Antikorupsi, yaitu merencanakan penyuluhan, mengorganisasikan penyuluhan, melaksanakan penyuluhan, mengevaluasi kegiatan penyuluhan, membuat laporan kegiatan, menerapkan K3 dalam penyuluhan, dan menangani konflik yang muncul dalam kegiatan penyuluhan.


1. MERENCANAKAN PENYULUHAN


Training Needs Analysis

Mengapa penyuluh antikorupsi perlu menyusun perencanaan? Karena: satu, perencanaan diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya gap atau penyimpangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang diperoleh. Perencanaan yang baik akan mampu memberikan jaminan terhadap pencapaian mutu hasil penyuluhan.

 


Fomat Laporan Analisis Kebutuhan

Berikut ini contoh format Laporan Training Need Analysis (TNA) sebagai alat bantu bagi Penyuluh Antikorupsi untuk menyusun Laporan hasild ari TNA sesuai kebutuhan kelompok sasaran. Format ini dilengkapi dengan pertanyaan kunci yang perlu dituangkan dalam laporan.

 

 


Rencana Pelaksanaan Penyuluhan

Apa itu perencanaan penyuluhan antikorupsi? Yakni pemilihan dan penetapan metode dan langkah-langkah pembeajaran yang interaktif sesuai dengan tujuan, materi, dan kelompok sasaran. Atau identifikasi kelompok sasaran dan merumuskan sosok ideal yang akan dihasilkan sesuai dengan kedudukan dan perannya di masyarakat.

 

 


2. MENGORGANISASIKAN PENYULUHAN


Mengorganisasi Pembelajaran Antikorupsi

Hal-hal yang harus dipersiapkan lainnya adalah mengorganisasikan pelaksanaan pembelajaran pengetahuan antikorupsi. Tahapan ini meliputi pengorganisasian waktu, tempat, dan pelaksana penyuluhan serta menyiapkan bahan ajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan. Pengorganisasian waktu, tempat, dan pelaksana penyuluhan biasanya dituangkan dalam sebuah Kerangka Acuan Kerja (KAK).

 


Checklist Mempersiapkan Penyuluhan Antikorupsi

berdasarkan perencanaan yang disusun, perlu disiapkan checklist sebagai alat kontrol. Contoh check list adalah daftar kebutuhan seperti fasilitas (lokasi/tempat, tempat duduk), kelengkapan pelatihan (lembar/poster, audio/video, alat bantu visual, banner), kelengkapan pelatih (dress-code pelatih, draft pointers kata, handout peserta), dll.

 

 


3. MELAKSANAKAN PENYULUHAN


Cara Menarik Menyampaikan Materi Penyuluhan

Cara menarik menyampaikan materi penyuluhan terletak pada cara menarik membuka penyuluhan, kegiata inti dan cara menarik menutup penyuluhan. Pembukaan yang kuat, audiens akan ingat. Setelah segala sesuatunya dipersiapkan, kini tibalah saatnya untuk menyampaikan materi penyuluhan sesuai dengan rencana.

 

 


Menyampaikan Presentasi dengan Metode Pecha Kucha

Pecha kucha artinya chit-chat. Metode ini ditemukan oleh Astrid Klein dan Mark Dytham sebagai metode presentasi atau format presentasi yang cukup unik dan menarik. Presentasi pecha kucha pertama kali diadakan di Tokyo pada bulan februari 2003.Seiring dengan berjalannya waktu metode ini berkembang cukup pesat.

 

 


Menyuluh dengan Boardgame

Beberapa manfaat memainkan boardgame adalah mampu mengasah kemampuan berpikir dan kreativitas, menjadi lebih aktf, bersosialisasi dan komunikatif, mengasah kemampuan dalam menyusun strategi, menanamkan rasa saling menghormati, keakraban dan kejujuran, dan mengasah ketelitian dalam menyelesaikan sesuatu.

 

 


Menyuluh dengan Role Playing

Strategi pembelajaran role playing adalah metode pembelajaran berbentuk permainan gerak yang di dalamnya terdapat sistem, tujuan dan juga melibatkan unsur keceriaan. Beberapa keunggulan menggunakan metode role playing adalah mampu menumbuhkan semangat serta rasa kebersamaan melalui pembelajaran yang menyenangkan.

 


Menyuluh dengan Diskusi Studi Kasus

Studi kasus dalam hal ini bukan hanya berarti kasus tindak pidana korupsi. Penyuluh sebelumnya menyiapkan bahan diskusi bagi peserta, dimana studi kasus terdiri dari topik, deskripsi fakta, hipotesa, dan skenario jawaban. Studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen.

 


Menyuluh dengan Metode Demonstrasi

Pengertian metode demonstrasi menurut Syah (2000:208) adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

 

 


Menyuluh dengan Metode Brainstorming

Metode brainstorming disebut juga metode sumbang saran. Suatu bentuk metode diskusi untuk menghimpun gagasan, pendapat dan pengalaman peserta. Metode ini adalah teknik mengajar dengan cara melontarkan suatu masalah ke peserta, kemudian peserta menjawab, menyatakan pendapat, ata memberi komentar sehingga memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.

 


Menyuluh dengan Metode Advesory & Fishbowl

Menyuluh menggunakan metode advesory dan metode fishbowl adalah metode diskusi yang mengedepankan fokus pada solusi. Terdapat fasilitator yang menyiapkan skenario dimana dalam setiap kelompok diskusi, dipilih 1-2 orang yang menghadapi tantangan.

 

 


4. MENGEVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN


Evaluasi Penyuluhan Antikorupsi

Cara melakukan evaluasi penyuluhan menjadi kegiatan yang strategis untuk menilai apakah suatu penyuluhan berjalan sesuai tujuan pelatihan yang dirancang sebelumnya. Evaluasi ala Kirk Patrick menyatakan evaluasi level 1 atau reaksi, evaluasi level 2 atau evaluasi belajar, evaluasi level 3 atau tingkah laku (behavior) dan evaluasi tahap 4 atau evaluasi hasil.

 


5. MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN


Menyusun Laporan Kegiatan Penyuluhan

Setelah selesai melaksanakan penyuluhan, langkah selanjutnya adalah membuat laporan pelaksanaan kegiatan secara tertulis. Pembuatan laporan kegiatan sendiri dimaksudkan sebagai bukti tanggung jawab seorang penyuluh bahwa telah melaksanakan kegiatan sekaligus mendokumentasikan kegiatan.

 

 


6. MENERAPKAN K3 DALAM PENYULUHAN


Aspek K3 untuk Penyuluhan Antikorupsi

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan keselamatan orang, mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan lingkungannya. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja. Dalam penyelenggaraan penyuluhan antikorupsi juga mempunyai potensi bahaya yang dapat menimbulkan dampak terhadap keselamatan dan kesehatan serta menimbulkan penyakit akibat penyelenggaraan penyuluhan tersebut.

 


7. MENANGANI KONFLIK KEGIATAN PENYULUHAN


Mengatasi Konflik dalam Penyuluhan

Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami. Beberapa cara mengelola konflik salah satunya adalah dengan mediasi yaitu suatu komitmen dan tindakan yang dibangun secara bersama dalam menangani masalah.


 


Copyright © 2019 Komisi Pemberantasan Korupsi