You are using very small device. We're sorry we're unable to support your device. Please consider opening this website on other device.

 

Kode Etik Ahli Pembangun Integritas


I. KODE ETIK


A. Religiusitas
Religiusitas merupakan pelaksanaan keyakinan beragama atau nilai-nilai spiritualitas yang diyakini kebenarannya berdasarkan agama atau kepercayaan masing-masing.

Kode Etik Religiusitas ini tercermin dalam pedoman perilaku Ahli Pembangun Integritas sebagai berikut :

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meyakini bahwa setiap tindakan yang dilakukan berada di bawah pengawasan Sang Pencipta;
  2. Mampu mengendalikan diri dari perilaku tidak terpuji.
  3. Mengajak pada kebaikan dan melarang pada kejahatan.

B. Integritas
Integritas didefinisikan sebagai kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku dari seorang Ahli Pembangun Integritas.

Kode Etik Integritas ini tercermin dalam pedoman perilaku Penyuluh Antikorupsi sebagai berikut :

  1. Patuh dan melaksanakan peraturan;
  2. Mengesampingkan kepentingan probadi dalam melaksanakan tugas;
  3. Melaporkan kepada Komite Etik LSP apabila mengetahui adanya pelanggaran;
  4. Menolak gratifikasi yang dianggap suap, berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban Ahli Pembangun Integritas.
  5. Melaporkan gratifikasi kepada Komite Etik LSP, yaitu gratifikasi yang diterima secara tidak langsung, berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban Ahli Pembangun Integritas
  6. Tidak memberikan gratifikasi yang termasuk suap;
  7. Berperilaku jujur dan menjadi teladan yang baik;
  8. Tidak menyalahgunakan jabatan atau kewenangan serta pengaruhnya sebagai Ahli Pembangun Integritas;
  9. Menghindari benturan kepentingan dalam melakukan pekerjaan dan menginformasikan apabila ada potensi benturan kepentingan
  10. Tidak melaukan pencemaran nama baik profesi Ahli Pembangun Integritas

C. Keadilan
Keadilan bermakna menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan yang menjadi haknya, yang didasarkan pada suatu perinsip bahwa semua orang sama kedudukannya di depan hokum. Dengan demikian, tuntutan yang paling mendasar dari keadilan adalah memberikan perlakuan dan kesempatan yang sama terhadap setiap orang.

Kode Etik Keadilan ini tercermin dalam pedoman perilaku Ahli Pembangun Integritas sebagai berikut :

  1. Tidak bersikap Diskriminatif atau tidak berpihak atau pelecehan terhadap suatu ras, jenis kelamin, agama, perbedaan fisik mental, usia, status social/ekonomi dalam melaksanakan tugasnya sebagai Ahli Pembangun Integritas.
  2. Mengambil keputusan dengan pertimbangan objektif dan tidak memihak

D. Profesionalitas
Profesionalitas merupakan kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi secara benar sehingga dibutuhkan adanya kemampuan, keahlian, dan keterampilan seseorang dalam bidang tertentu yang ditekuninya berdasarkan keilmuan dan pengalamannya agar hasil kerjanya berdampak pada efektivitas pemberantasan korupsi. Unsur – unsur Profesionalitas meliputi memiliki kompetensi di bidangnya dan terus meningkatkan kompetensinya, bekerja sesuai aturan, objektif, indipenden, melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh dan terukur, bertanggung jawab, kerjakeras, produktif dan inovatif.

Kode Etik Profesionalitas ini tercermin dalam pedoman perilaku Ahli Pembangun Integritas sebagai berikut :

  1. Patuh dan konsisten terhadap kebijakan dan program integritas organisasi;
  2. Menghargai perbedaan pendapat, terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun;
  3. Independen dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Ahli Pembangun Integritas
  4. Menghindari konflik kepentingan;
  5. Disiplin dalam bekerja;
  6. Mengutamakan pelaksanaan tugas daripada kepentingan pribadi;
  7. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan setiap tugas yang diberikan;
  8. Menjaga kerahasiaan atas segala dokumen, data, informasi sehubungan denga tugasnya sebagai Ahli Pembangun Integritas sesuai dengan kebijakan dan program integritas organisasi;
  9. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis;
  10. Menjaga reputasi sebagai Ahli Pembangun Integritas;
  11. Selalu berupaya mengembangkan diri dan memelihara kompetensi yang dipermasyarakatkan;
  12. Menjadi role model dalam kinerja dan berpenampilan.

E. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan serta berani mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Unsur-unsur kepemimpinan berorientasi pada aspek-aspekyang berkaitan dengan kepatuhan, pelayanan, keteladanan, kepeloporan, dan penggerak perubahan, dan memiliki daya persuasi/membimbing untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.

Kode Etik Kepemimpinan ini tercermin dalam pedoman perilaku Ahli Pembangun Integritas sebagai berikut :

  1. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan tugasnya;
  2. Saling menghormati dan menghargai sesame unsur-unsur di lingkup organisasi
  3. Bersikap terbuka, transparan, dan menjunjung sikap kesetaraan (egaliterisme) dalam pergaulan;
  4. Menilai kinerja orang yang dipimpinnya secara objektif berdasarkan kriteria yang jelas;
  5. Menunjukan keteladanan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari;
  6. Membimbing pegawai yang dipimpinnya dalam melaksanakan tugasnya;
  7. Memberikan apresiasi terhadap hasil kerja dan prestasi setiap individu dan mendorong pegawai yang dipimpinnya untuk meningkatkan prestasi kerjanya;
  8. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan karirnya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, gender, dan golongan;
  9. Mengingatkan atasan/menegur bawahannya yang melakukan pelanggaran;
  10. Bersikap tegas dan rasional dalam mengambil keputusan;
  11. Bersedia menerima kritik dan saran untuk perbaikan;
  12. Melakukan advokasi terkait integritas terhadap kebijakan-kebijakan dalam organisasi.

Info Sertifikasi


Pendaftaran


Tahapan Sertifikasi


Jadwal Sertifikasi


Daftar Asesor Kompetensi


Daftar Ahli Pembangun Integritas


Kode Etik Ahli Pembangun Integritas



Copyright © 2019 Komisi Pemberantasan Korupsi