Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin, turut hadir dan membagikan praktik baik dari Norwegia dalam pengelolaan konflik kepentingan. Ia menekankan pentingnya keterbukaan, aturan yang adaptif, serta budaya transparansi sebagai pilar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
"Saya berharap lokakarya ini berlangsung dengan produktif bagi kita semua. Mari terus mengembangkan sistem yang kuat dan memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi serta mendorong integritas di sektor publik," tutur Giverin.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain tentang kerangka kelembagaan pengawasan internal, kode etik aparatur sipil negara, praktik internasional dari Korea Selatan dan Hong Kong dalam manajemen konflik kepentingan, hingga keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sipil dalam membangun sistem integritas publik.
Melalui kegiatan ini, KPK berharap tercipta kesamaan pemahaman dan kesepahaman antarlembaga mengenai urgensi pengelolaan konflik kepentingan secara menyeluruh. Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang berbagi praktik baik dan pembelajaran lintas negara, tetapi juga momentum strategis untuk membangun komitmen bersama dalam menata birokrasi yang profesional, netral, dan berintegritas. Dengan sinergi yang kuat, semangat perubahan, dan keberanian berbenah, Indonesia dapat melangkah lebih tegak menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik.