KOMISI Pemberantasan Korupsi menyelenggarakan seminar tematik pelayanan publik bagi masyarakat pada Selasa (11 Juni 2024) di Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian dengan Roadshow Bus KPK yang sejak akhir Mei lalu berkeliling di Jawa Timur.
Digelar di BPSDM Jatim selama sehari penuh tersebut, seminar menghadirkan narasumber dari KPK dan Inspektorat Provinsi Jatim.
Seminar sengaja ditujukan kepada masyarakat awam agar lebih mudah memahami tentang korupsi dan nilai-nilai integritas.
Oleh karenanya, materi yang diberikan seputar kehidupan sehari-hari, seperti bahaya korupsi, perilaku antikorupsi (terkait Indeks Perilaku Antikorupsi/IPAK), pendidikan antikorupsi untuk anak-anak sekolah, dan strategi pemberantasan korupsi di instansi pemerintah.
Adapun peserta yang menghadiri berasal dari perwakilan Ibu PKK dari sejumlah keluruhan/kecamatan, perwakilan guru, perwakilan ormas dan tokoh masyarakat, perwakilan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan perwakilan pengusaha sektor pariwisata.
Plh Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Mita Koto menuturkan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK tidak sebatas penindakan, tapi juga melalui pencegahan dan pendidikan.
Jadi, “Tidak hanya fokus nangkep-nangkepin koruptor, KPK juga melakukan upaya pencegahan, mendorong terciptanya sistem antikorupsi melalui tata kelola pemerintahan,” ujar Mita dalam sambutannya.
Pencegahan tersebut mengarah pada perbaikan pelayanan publik agar bebas dari korupsi, seperti perizinan tanpa pungli, perpanjangan KTP bebas dari “uang terima kasih”, dan sebagainya.
Adapun dari sisi pendidikan, KPK juga telah merancang pendidikan antikorupsi baik secara formal maupun informal. Tujuannya, agar masyarakat mempunyai kesadaran dan pengetahuan serta bisa berpartisipasi aktif dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi.
“Paling tidak dimulai dari diri sendiri dan juga keluarga kita,” kata Mita.