Membuat konten di medsos seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau TikTok, kata Tasya, berguna untuk membangun hubungan, meningkatkan brand awareness hingga mendulang traffic di sebuah situs. Kaitannya dengan penyuluhan antikorupsi, Paksi bisa menyebarkan nilai-nilai integritas dengan berbagai cara di medsos.
"Mulailah dengan ide-ide sederhana, amatilah tren yang sedang berjalan, dan perbaiki cara kita menulis atau copywriting," kata Tasya.
Dengan mengamati tren yang berjalan, Paksi bisa "menungganginya" untuk menyebarkan nilai antikorupsi. Misal video "begitu syulit" yang sempat viral belakangan ini, Paksi bisa memodifikasinya sesuai target yang ingin dicapai.
"Misalnya kita katakan 'begitu syulit berantas korupsi' lalu kita berikan info bagaimana sih cara berantas korupsi," kata Tasya.
Ira Mirawati, Dosen Universitas Padjadjaran sekaligus content creator, mengamini pernyataan Tasya. Pemilik akun Instagram @buiramira ini memberikan tips agar Paksi mudah membuat konten.