AKSI / KETIKA PARA PENYIDIK CILIK BERAKSI PADA PENUTUPAN HAKORDIA 2022
Ada pemandangan lucu dan menggemaskan di Zona Anak pada penutupan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 11 Desember 2022. Bocah-bocah kecil memakai rompi dan bucket hat bertuliskan Penyidik Cilik, persis seperti milik penyidik KPK ketika melakukan operasi tangkap tangan.
Anak-anak itu tengah menjalankan misi, yaitu menuntaskan sembilan pos permainan integritas. Jumlah permainannya sesuai dengan sembilan nilai integritas, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja Keras atau yang disingkat “Jumat Bersepeda KK”.
Setiap menuntaskan permainan, mereka mendapatkan hadiah yang menarik. Een Nuraini, pemandu permainan sekaligus Penyuluh Antikorupsi (Paksi) asal Serang, Banten, mengatakan setiap permainannya memiliki nilai pelajaran integritas. Harapannya, nilai-nilai itu bisa dipahami oleh anak-anak dengan lebih mudah melalui permainan.
“Misalnya ini, ada permainan pasir dalam gelas. Gelasnya ini ada yang ditandai, ada yang enggak. Yang ditandai itu diisi setengahnya. Mengajarkan bahwa yang namanya adil itu bukan sama rata, tapi sesuai kebutuhan,” jelas Een.
Dalam satu sesi, ada sekitar 20 anak usia 10-12 tahun yang menjadi peserta gim penyidik cilik. Mohamad Ripa’i, Paksi sekaligus pemandu permainan, mengatakan gim Penyidik Cilik kebanjiran pengunjung. Seharusnya kuota dalam sehari itu hanya 40 anak, namun meluber hingga lebih dari 50 anak.
“Anak-anak terlihat sangat senang bermain,” kata Ripa’i.
Ripa’i sendiri mengampu pos permainan “berani dan jujur”. Dalam permainan tersebut, dia memberikan pertanyaan tentang keseharian yang mengandung nilai kejujuran. Anak-anak yang berhasil menuntaskan seluruh permainan juga mendapatkan sertifikat.
“Kami tanya mereka, jujur itu apa sih, melalui permainan tepuk tangan. Dari sini, mereka memahami tentang kejujuran dan keberanian,” kata Ripa’i.
Zona Anak di hari terakhir peringatan Hakordia 2022, Plaza Timur, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (11/12/2022) di hadiri puluhan anak. Di zona tersebut juga terdapat berbagai arena permainan seru yang disiapkan oleh para Paksi, selain Penyidik Cilik ada juga arena literasi anak.
Di arena ini, menurut salah satu penyuluh antikorupsi yang tergabung dalam komunitas Paksi Ya Penyuluh Ya Pendongeng (YapyYapo), Iin Purwanti, anak akan dikenalkan pada nilai-nilai integritas dan antikorupsi melalui buku. Buku-buku yang disedikan oleh Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK tersebut ditujukan untuk anak mulai dari usia 0.
“Kami di sini sengaja memakai topeng yang dibuat dari kardus. Ini [topengnya] diambil dari karakter-karakter si Kumbi. Intinya kan anak itu melihat dari visualnya. Mereka senang dengan melihat, lalu akhirnya timbul ketertarikan, rasa ingin tahu. Makanya di sini dibuat warna-warni, memanfaatkan [minat] visual anak,” jelas Iin.
Si Kumbi merupakan tokoh utama dalam serial Si Kumbi Anak Jujur yang dikeluarkan oleh ACLC KPK. Dengan mengambil karakter binatang, seri Si Kumbi berusaha mengenalkan dan mengajarkan sembilan nilai integritas kepada anak.