Kepala SD Muhammadiyah 1, Sri Sayekti menjelaskan, kartu pintar m1smartcard memang digunakan di SD Muhammadiyah 1 sebagai alat untuk mempermudah pelaksanaan PAK. Siswa di sekolah tersebut bisa menggunakannya di banyak aktivitas, mulai dari transaksi di kantin sekolah, infak, UKS hingga perpustakaan.
"Sebagai kartu E-Infak dia bisa melakukan infak dengan jumlah berapapun itu lewat E-Infak, dan sebagai kartu UKS untuk ke UKS. Jadi misalnya kalau dia tidak sakit tapi ke UKS, itu bisa kejujurannya diukur di sana, rekaman kesehatan anak-anak ada di sana," ujar Sri usai menerima penghargaan, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Sedangkan SMP Negeri 10 Purwakarta, Jawa Barat menerapkan pendidikan berkarakter “7 Poe Atikan” sebagai budaya sekolah, dengan kegiatan di antaranya Tatanen di Bale Atikan, Daur Ulang Sampah, dan Beas Kaheman.
Sementara itu SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk, Jawa Timur menyelenggarakan program SINTAS SANTIK (Sekolah Integritas, Sekolah Antikorupsi), yang merupakan terobosan luar biasa untuk menumbuhkembangkan karakter integritas dan budaya anti korupsi seluruh warga sekolah.
"Sejak 2019 kita merancang SINTAS SANTIK yang merupakan sebuah program sekolah yang terintegrasi dengan kurikulum yang ada di SMA Bina Insan Mandiri, di mana turunan dari kurikulum tersebut ada program yang namanya SINTAS SANTIK dan di sana ada program-program, untuk siswa, guru dan ekosistem pendidikan. Untuk siswa kita melakukan pendidikan antikorupsi itu tidak sekadar materi tapi bagaimana menanamkan nilai-nilai integritas itu dari teladan dan bangunan ekosistem yang ada di sekolah," kata Kepala SMA Bina Insan Mandiri, Wijaya Kurnia Santoso.
Dalam ajang penghargaan ini, KPK juga memberikan penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Pengembangan Nilai Kejujuran untuk Anak Usia Dini yaitu KB IT Al Mawaddah Jakarta, KB PAUD Istiqlal Jakarta dan PAUD Quantum Kids 3 Jakarta.