AKSI / MEMANFAATKAN “POWER OF WORDS” PARA KONTEN KREATOR UNTUK MENYUARAKAN ANTIKORUPSI
Kata memiliki kekuatan yang besar dalam memberikan pengaruh terhadap orang lain. Jika kata dikemas dalam bentuk yang positif, maka dampak yang diberikan juga akan baik kepada masyarakat. Di masa sekarang ini, kata-kata yang baik bisa disebarkan dalam bentuk produksi konten positif di media sosial.
Hal ini disampaikan oleh Amir Arief selaku Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK pada kegiatan Intimate Gathering yang diikuti para Influencers pada pada 19 Agustus 2022 lalu. Amir mengatakan, "power of words" ini telah digunakan oleh para tokoh bangsa di masa lalu dalam menyuarakan semangat kemerdekan, baik melalui pidato-pidato atau buku-buku.
"Dulu para pejuang dan founding father kita menyuarakan kata-kata melalui tulisannya. Dengan kehebatan kata-katanya, mereka bisa memengaruhi orang," kata Amir pada acara yang diadakan di gedung ACLC KPK tersebut.
Dulu yang disuarakan para pejuang melalui kata-kata adalah soal kemerdekaan, kemakmuran, atau bagaimana mewujudkan masyarakat yang beradab dan bangsa yang maju. Kini, kata Amir, para Influencers bisa melanjutkan perjuangan mereka dengan membuat konten yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa, salah satunya soal antikorupsi.
"Dulu pejuang menyuarakan dengan tulisannya, sekarang kalian menyampaikan dengan kreativitas. Harapannya, kalian bisa menggunakan kekuatan konten agar dapat memberikan impact," kata Amir.
Dengan "power of words" itu, lanjut Amir lagi, para influencer bisa membuat konten positif yang bisa berujung pada "positive impact" juga. Dalam hal antikorupsi, untuk konten yang ringan namun berdampak bisa dengan mengangkat sembilan nilai integritas. Sembilan nilai integritas itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.
“Perhatikan juga orisinalitas karya dibalik kreativitas yang kalian miliki. Jangan pernah melakukan copy paste, pahami juga konsekuensi ketika kalian membuat konten untuk publik,” ujar Amir.
Intimate Gathering kali ini bertajuk #BanggaJadiAku - “If I were you, I'd wanna be me too” yang dihadiri oleh 11 Influencers dari berbagai latar belakang, mulai dari komedian, entrepreneur, pendidikan, musisi dan berbagai background konten kreator lainnya. Sebagai narasumber hadir stand up komedian Bintang Timur, konten kreator dan entrepreneur William Sudhana, spesialis media sosial ACLC KPK Adi Tasya Nurzahra, dan tim Anticorruption Film Festival atau ACFFEST Soraya Sri Anggarawati.
Setelah acara ini, para Influencers mengatakan akan mencoba membuat berbagai konten positif mengenai integritas atau antikorupsi, dimulai dari hal-hal kecil di keseharian. Misalnya tentang kedisiplinan, contoh tindakan koruptif yang kerap terjadi adalah tidak disiplin waktu. Atau tentang mencontek yang melanggar nilai integritas kejujuran.
"Saya akan membuat konten soal kebiasaan dalam kehidupan yang berhubungan dengan korupsi. Biar orang-orang paham bagaimana pentingnya peduli dengan korupsi," kata konten kreator, Bagus Gibran.