AKSI / KEPALA KKP SE-INDONESIA IKUTI PELATIHAN ANTIKORUPSI DI CILOTO
Puluhan kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengikuti pelatihan antikorupsi di Ciloto, Jawa Barat, pada Selasa (7/6). Kegiatan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan KPK RI ini digelar untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan menciptakan para agen perubahan di KKP.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) ini akan berlangsung pada 7-10 Juni 2022 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto. Peserta pelatihan gelombang pertama ini adalah 33 orang, terdiri dari para pejabat KKP pada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dian Novianthi, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, dalam sambutannya mengatakan PRESTASI adalah bentuk sinergi antara Kemenkes dan KPK. Sesuai slogannya "Jujur, Berani, Konsisten" PRESTASI bertujuan untuk memperkuat integritas para ASN dalam rangka bahu membahu mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
"Bapak dan Ibu yang hadir pada hari ini perlu berbangga, karena Bapak dan Ibu adalah insan Kementerian Kesehatan yang terpilih pertama kali untuk dapat mengikuti kegiatan PRESTASI Kementerian Kesehatan dan Bapak/Ibu yang hadir pada hari ini adalah Angkatan Pertama Duta PRESTASI di lingkungan Kementerian Kesehatan RI," ujar Dian.
PRESTASI akan dilaksanakan dalam 39 jam pelajaran dengan materi berbagai materi seputar integritas dan tindak pidana korupsi. Di antara materi-materinya adalah Internalisasi Integritas, Dilema Integritas, Godaan Integritas, Delik Tindak Pidana Korupsi, Penilaian Resiko Korupsi dan Strategi Aktualisasi dan Diseminasi Integritas.
Kasatgas Pembelajaran Eksternal Dit. Diklat Antikorupsi Swasti Putri Mahatmi berharap para peserta dapat menjadi katalisator, mediator, problem solver, serta role model integritas di tempat bekerja.
"Yang terpenting adalah bagaimana para Duta PRESTASI dapat membangun ekosistem yang berintegritas di unitnya masing-masing sepulangnya dari pelatihan. Di akhir kegiatan ini seluruh peserta akan menyusun rencana aksi integritas yang nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Itjen Kemenkes RI," ujar Swasti.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan apresiasinya kepada KPK karena memilih KKP sebagai peserta pertama PRESTASI di lingkungan Kementerian Kesehatan. Maxi berpesan agar para peserta PRESTASI dapat memberikan pengaruh baik di organisasinya maupun kepada para pemangku kepentingan di berbagai pelabuhan darat, laut, dan udara.
"Karena KKP tidak bekerja sendiri, melainkan salah satu stakeholder di pelabuhan. Dengan menjadi agent of change, Duta PRESTASI, semoga bisa menularkan (integritas) ke teman-teman yang ada di lingkup kerja kerja saudara-saudara," kata Maxi.
Rencananya PRESTASI gelombang kedua tahun ini akan dilangsungkan pada November mendatang. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Murti Utami, menegaskan PRESTASI tidak hanya akan digelar dalam dua gelombang saja melainkan akan terus dilanjutkan hingga tahun-tahun mendatang dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Bahkan Murti mengatakan, ke depannya semua kepala satuan kerja Kemenkes wajib menjalani pelatihan antikorupsi dan integritas minimal dua atau tiga kali. Hasil pelatihan yang diwujudkan dalam rencana aksi akan terus dipantau dan dievaluasi setiap tahunnya. Langkah ini, kata Murti, adalah bentuk dari mengubah budaya kerja menjadi lebih baik di lingkungan Kemenkes.
"Kita akan mulai berubah dengan budaya kerja yang lebih baik. Kami selain melakukan pendidikan bersama KPK, akan membuat sistem pengawasan sehingga mampu memberikan rekam jejak terbaik berdasarkan data-data yang ada," kata Murti.