Wawan menjelaskan, PCB Terpadu akan dilakukan dalam empat tahapan. Pertama adalah executive briefing parpol, pembekalan antikorupsi pada pengurus parpol pusat dan daerah, pembelajaran mandiri antikorupsi sektor politik secara elektronik, dan kontribusi insan partai melalui gerakan antikorupsi di lingkungan parpol.
Pembekalan antikorupsi akan dilakukan sebanyak 20 gelombang sejak Mei hingga Agustus 2022 secara luring dan daring. Diperkirakan pembekalan ini akan diikuti sekitar 2.300 orang dari 20 parpol. "Kami berharap para pemimpin parpol mendorong setiap anggotanya mengikuti pembelajaran ini, kalau lulus dapat sertifikat dan kami laporkan perkembangannya ke ketua partai," kata Wawan.
Dalam PCB Terpadu, para ketua parpol juga akan mendeklarasikan komitmen integritas, mencakup penolakan terhadap money politic, konflik kepentingan, suap, gratifikasi, dan tindak pidana korupsi lainnya.
Ketua KPK Firli Bahuri dalam sambutannya mengatakan PCB Terpadu adalah bentuk pelibatan parpol dalam orkestrasi pemberantasan korupsi. Menurut Firli, parpol berperan penting dalam proses politik di Indonesia, dari menyampaikan suara rakyat, melahirkan wakil rakyat, hingga menciptakan pemimpin dari tingkat desa sampai nasional.
"Kami menyadari pemberantasan korupsi tidak akan selesai tanpa melibatkan parpol. Parpol harus dijaga transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitasnya," kata Firli.