Selain pendaftaran legalitas perkumpulan, ada rencana terdekat?
Rapat kerja nasional pada 2024. Untuk waktunya belum kami tetapkan. Kami akan mengundang seluruh forum yang ada: “Kira-kira kalian punya agenda apa?” Dalam rapat nanti, kan bisa saja, forum-forum daerah itu mengusulkan, supaya agenda mereka punya gaung nasional, maka dimasukkan ke program Perpaksinas. Tapi, kami pilah, mana itu masuk menjadi agenda nasional, atau cukup itu agenda daerah.
Raker bakal digelar di mana?
Kami tidak membatasi raker itu dilaksanakan offline. Apabila tidak memungkinkan, kami online saja.
Tantangan terbesar dari Perpaksinas?
Bagaimana kami melakukan pembinaan kepada forum-forum, yang notabene, sulit bergerak atas nama forum daerah.
Maksudnya bagaimana?
Misalnya, di Kalimantan tengah, kan saya ketuanya dan ada di tingkat provinsi, tapi anggotanya tersebar di kabupaten/kota. Nah, bagaimana mengumpulkan mereka itu menjadi agenda forum daerah. Akhirnya, kami membuat sebuah program pertemuan-pertemuan melalui Zoom. Kemudian, agenda-agenda dari individu-individu yang melakukan penyuluhan, kami publikasikan melalui media sosial forum.
Jadi, boleh saya katakan, “ini loh kerja forum”, padahal itu atas inisiatif individu. Karena kalau murni forum yang bergerak, itu sulit. Begitu juga Perpaksinas. Kalau Perpaksinas membuat agenda sendiri, agak sulit.
Problem mendasar dari forum karena tidak ada penggerak. Kalau pun ada, terbentur jarak, belum lagi di daerah yang internetnya tidak merata ya…
Sebenarnya forum-forum daerah itu kalau kita mengacu pada pergerakan individu, luar biasa. Tapi, apakah terlihat forumnya bergerak? [Problemnya] mereka tidak membentuk wadah atau media yang menampung individu-individu yang sudah bergerak luar biasa ini untuk melaporkan hasilnya, mempublikan hasilnya melalui forum, gitu loh. Ini akan membuat mereka merasa bangga diangkat ke forum. Hal-hal yang seperti ini, kita coba budayakan.
Menjadi sebuah teamwork ya…
Betul, teamwork. Karena memang cikal awal pembentukan
sertifikasi penyuluh antikorupsi agar individu-individu yang bergerak, bukan forum. Forum baru di 2021, bagaimana orang-orang yang tercerai-berai, tapi dalam satu daerah membentuk wadah membentuk komunitas agar sama-sama sharing.
Perpaksinas ini sangat bergantung pada regenerasi forum daerah dong?
Betul. Karena anggotanya forum daerah. Oleh karenanya, forum daerah itu perlu disolidkan sehingga pengurus daerah itu adalah orang-orang muda.
Saya yakin forum-forum daerah diisi oleh orang-orang muda. Di Kalimantan Tengah, pertama kali PELOPOR (Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi) 2023 itu diisi oleh orang-orang muda yang umurnya di bawah 40 tahun. Itu adalah generasi yang dicetak oleh ACLC KPK.
Artinya, nafas forum ini masih panjang. Makanya, pergerakan ACLC membuat diklat-diklat di daerah menggandeng mitra-mitra BPSDM daerah, itu kan para pegawai negeri, guru-guru yang rata-rata muda. Mereka rata-rata yang suka bermedia sosial.
Tiga kata untuk rekan-rekan penyuluh antikorupsi?
Untuk teman-teman Paksi dan API: sukses, berdaya, dan jangan putus asa.[]