MASTER Andi Ginia berucap syukur berkali-kali. “Terima kasih, terima kasih…,” ujarnya ketika dihubungi ACLC KPK dari Jakarta, Rabu (27 September 2023).
Saat ditelepon, ia sedang di Manokwari, Papua Barat. Ia baru saja selesai menjalani asesmen dan dinyatakan kompeten sebagai penyuluh antikorupsi.
Selama tiga hari, Senin-Rabu (25-27 September), Lembaga Sertifikasi Profesi KPK menggelar Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Jenjang Pertama Jalur Diklat. Ada 22 asesi yang menjalani asesmen, Andi adalah salah satunya.
[Pembaruan, Jumat, 29 September; pukul 17.00: sebanyak 21 asesi dinyatakan kompeten, satu asesi dinyatakan belum kompeten]
Begitu dinyatakan kompeten sebagai penyuluh antikorupsi, ia berkabar kepada PIC Koordinasi Supervisi KPK wilayah NTB dan Papua Pegunungan Ardiansyah Putra.
Berkat Ardiansyah-lah, ia tahu informasi pelatihan calon penyuluh antikorupsi (PELOPOR) dan sertifikasi penyuluh antikorupsi. Akhirnya, pada 28-31Agustus lalu, ia ikut pelatihan.
“Pak Ardiansyah mengucapkan selamat kepada saya, karena saya menjadi penyuluh antikorupsi pertama di Papua Pegunungan,” kata Andi menirukan percakapannya dengan Ardiansyah.
Sebelumnya, ia mengaku tak pernah mendengar tentang pelatihan penyuluh antikorupsi dan sertifikasi. “Saya buta sekali tentang Paksi dan PELOPOR,” tuturnya.
Mendengar kabar pelatihan itu, ia pun bersemangat mengikutinya. Ia minta izin kepada atasannya di Inspektorat Provinsi Papua Pegunungan. Papua Pegunungan adalah provinsi baru, bagian dari pemekaran wilayah Papua pada akhir 2022.
Andi butuh waktu kurang lebih dua jam penerbangan menuju Manokwari, kota yang berada di “kepala burung” Pulau Papua. Tak ada penerbangan langsung dari Jayawijaya ke Manokwari. Ia harus terbang dulu sekitar 45 menit ke Jayapura, lalu berganti pesawat menuju Manokwari.
Selama mengikuti pelatihan dan asesmen, katanya, materi yang yang didapat tak jauh berbeda dengan pekerjaan dirinya sehari-hari.
Ia sehari-hari bekerja sebagai Plt Inspektur Pembangu IV bidang pengaduan dan investigasi Inspektorat Provinsi Pagunangan.
Sebagai provinsi baru, Andi tak memungkiri bahwa banyak tantangan yang dihadapi dirinya bersama rekan-rekannya di Inspektorat. Berbicara tentang kejujuran dan kebenaran memang berat, “Tapi, itu bagian dari tugas kami, tinggal bagaimana cara penyampaiannya” katanya.
Apa rencana setelah ini? “Kami tidak bisa berdiam diri,” ujar Andi.
“Kami harus berpacu dan menindaklanjuti rekomendasi terkait tugas dan fungsi kami. Tidak sampai di sini (asesmen) saja. Pasti akan diskusi tindak lanjut bersama teman-teman,” ia menambahkan.
Sebab, baginya menjadi seorang penyuluh antikorupsi artinya dirinya harus lebih dulu menerapkan sembilan nilai-nilai integritas.[]