Selama ini KPK hadir di sejumlah perguruan tinggi melalui program “Pojok KPK” yang berisi literasi antikorupsi. Namun, kini KPK menyokong dengan skala lebih besar, melalui microlibrary, untuk menggaungkan gerakan literasi antikorupsi.
Plt Asisten Administrasi Umum Pemprov Jawa Barat Berli Hamdani mengapresiasi dukungan KPK terhadap aktivasi microlibrary. Ia berharap fasilitas publik ini bisa memberikan kesadaran dan pemahaman lebih dalam bagi generasi muda, calon-calon pemimpin masa depan, tentang pendidikan antikorupsi.
Ia berharap fasilitas serupa bisa berlanjut di kota-kota lain, menjadi gerakan literasi antikorupsi yang masif.
Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana menuturkan fasilitas microlibrary yang mengusung nilai-nilai antikorupsi ini baru pertama di Indonesia.
Menurut dia, Microlibrary Alun-Alun Kota Bandung akan dijadikan percontohan bagi kota-kota lain. Pekan ini, ia akan berangkat ke Bengkulu dalam rangka roadshow Bus KPK di sejumlah kota di Sumatera.
Ia akan menyampaikan bahwa Kota Bandung sudah punya microlibrary antikorupsi dan mendorong kota-kota lain ikut membuat hal serupa.