Daisy memilih Panti Asuhan Al-Amin sebagai tempat penyuluhan antikorupsi bukan tanpa sebab. Dia melihat Panti Asuhan tersebut tidak mengedepankan kuantitas semata, tetapi lebih menekankan aspek kualitas. Hal itulah yang membuat panti asuhan tersebut istimewa di mata Daisy.
Di hadapan puluhan anak-anak panti dan para pengurusnya, Daisy menggunakan medium “Kipas” dan leaflet untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi. Kipas bertuliskan sembilan nilai integritas adalah salah satu perangkat sosial (prangsos) milik PAK RMB.
“Saya menggunakan media prangsos yang dibuat oleh paksi bengkulu yaitu Kipas, dan leaflet. Kipas itu akronim dari (berjumpa di kertas) yang memuat sembilan nilai antikorupsi,” ujar Daisy.
Selain itu, Daisy juga menyampaikan ceramah singkat tentang nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak panti asuhan. Untuk membangun rasa percaya diri anak-anak tersebut, Daisy juga meminta mereka membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah mereka hafal.
Tidak hanya sekadar memberikan penyuluhan, Daisy turut memberikan bantuan berupa alat salat dan sembako untuk anak-anak dan pengurus panti. Dengan terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut, Daisy memiliki harapan yang besar agar semangat mencegah dan menentang korupsi tumbuh dalam diri anak-anak tersebut.
“Harapannya peserta semakin terbangun semangat antikorupsinya yang sebelumnya sudah dibangun secara bertahap oleh founder maupun pengurus Panti,” tutup Daisy. (AWP/ARM)