AKSI / KETIKA ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME MEMBACA PUISI TENTANG INTEGRITAS
Artikulasi Nayla dan Aan memang tidak terlalu jelas, namun penampilan mereka dalam membacakan puisi membuat hati siapa pun yang melihatnya menjadi hangat. Apalagi, kedua anak penyandang down syndrome ini membacakan puisi tentang integritas.
Video Nayla dan Aan bisa bisa disaksikan di akun Instagram #ObatManjur, Komunitas Gerakan Edukasi Antikorupsi Makassar, yang diunggah pada pertengahan Juni lalu. Puisi yang keduanya bacakan adalah karya para Penyuluh Antikorupsi (Paksi) dari komunitas Asosiasi Penyair Antikorupsi Yes Action (Apa Ya).
Dengan jilbab putihnya yang cantik, Nayla membacakan puisi berjudul "Maafkan Aku" karya Sherly yang membawa pesan kejujuran. Sedangkan Aan yang menggemaskan membacakan puisi "Terima Kasihku" karya Aniek Juliarini yang berisikan tanda syukur kepada kedua orangtua. Dengan segala keterbatasannya, Nayla dan Aan menunjukkan kegigihan dan keberanian untuk tampil dan ikut serta dalam pemberantasan korupsi dengan cara mereka sendiri.
Baik Nayla dan Aan adalah anak bangsa yang sama-sama merindukan negara yang bebas korupsi. Salah satu cara mewujudkan hal itu adalah dengan menegakkan nilai-nilai integritas. Aslan, koordinator #ObatManjur Makassar mengatakan semua orang berhak menyuarakan nilai-nilai integritas, termasuk dari saudara-saudara sebangsa penyandang Down Syndrome.
"Harapan kami kegiatan ini dapat membuka mata bahwa semua orang berhak dan berkewajiban untuk menyuarakan nilai-nilai integritas. tidak ada batasan dalam menyuarakan nilai-nilai integritas," kata Aslan kepada ACLC.
Aslan menjelaskan, pembacaan puisi tersebut adalah rangkaian dari Inclusive Integrity Campaign, bagian dari selebrasi milad #ObatManjur ke-5 yang bertemakan Ber5ama. Melibatkan semua pihak, lanjut dia, adalah bentuk inklusivitas dari kegiatan ini.
Selain itu, acara ini memberikan wadah bagi masyarakat berkebutuhan khusus dan disabilitas untuk turut serta menyuarakan integritas. Rencananya akan ada pembacaan puisi lainnya, yang akan dibawakan oleh para penyandang tuli dengan menggunakan bahasa isyarat.
"Kami ingin meng-highlight bahwasanya dalam menyuarakan nilai-nilai antikorupsi bukan hanya dengan cara formal, tetapi ada banyak skill atau media yang bisa digunakan, media puisi salah satu media yang menurut kami memudahkan teman-teman sindrom down. oleh karena itu kami memilih puisi," kata dia.