Dengan latar lagu dangdut, misalnya, Mudzakkir coba menjelaskan tentang 9 nilai antikorupsi yang mesti dimiliki Sobat Komit -sebutan untuk pengikutnya. Takarirnya juga menggelitik, namun tidak keluar dari esensi pesannya, yaitu soal integritas.
Berbincang dengan ACLC, Mudzakkir mengaku sengaja membuat konten-konten edukasi antikorupsi dengan humor. Menurut dia, konten-konten yang lucu dan segar ternyata lebih disukai oleh para pengikutnya di Instagram dan Facebook.
"Respons mereka bagus, tidak ada yang komplain atas materi-materi yang saya sampaikan, bahkan banyak (yang) mendukung dan menyampaikan secara langsung kalo konten saya sekarang lebih sip," kata Mudzakkir.
Mudzakkir mulai serius membuat konten penyuluhan di medsos sejak mendapat sertifikat Paksi November 2021 lalu. Medsos jadi medium pilihannya untuk menyuluh, selain penyuluhan secara secara terbuka di internal bea cukai. Untuk konten di medsos Mudzakkir memilih menggunakan video singkat, ketimbang tulisan.
"Saya berpikiran bahwa para penikmat medsos itu agak malas membaca narasi yang panjang-panjang. Jadi saya mencoba menggunakan video dan gambar untuk menyampaikan materi penyuluhan," kata pria 54 tahun ini.