AKSI / SERUNYA PENYULUHAN ANTIKORUPSI BERSAMA ANAK-ANAK KAMPUNG PEMULUNG CIPUTAT
Rika Sa'diyah terkesan betul dengan seorang bocah di Kampung Pemulung Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Bocah itu semangat dan antusias sekali ketika mereka memainkan game antikorupsi, seakan tidak mau kalah. Penyuluhan antikorupsi kali itu dirasakan Rika sangat berkesan, selain karena seru, dia juga melihat harapan-harapan baru di mata anak-anak tersebut.
"Anak itu semangat sekali mengacungkan jarinya," kata Penyuluh Antikorupsi (Paksi) sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini kepada ACLC.
"Dia bilang 'aku kalau disuruh ibu beli gula sama teh, kembaliannya dikasih ke ibu lagi walau ibu bilang untukku saja jajan, berarti aku anak jujur!'," lanjut Rika.
Bocah itu hanya satu dari puluhan anak-anak yang gembira dengan kedatangan Rika dan kawan-kawannya sesama Paksi dari komunitas Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) Ciputat pada 19 Maret 2022 lalu. Kunjungan mereka ke kampung pemulung itu memang ingin bermain bersama anak-anak tersebut, sembari melakukan edukasi dan sosialisasi soal nilai-nilai integritas sejak dini.
Bersama anak-anak dari Kampung Pemulung, mereka memainkan boardgame berjudul "Semai-Sembilan Nilai Antikorupsi". Melalui game ini, anak-anak diperkenalkan kepada perilaku-perilaku baik yang sesuai dengan sembilan nilai antikorupsi dengan cara yang menyenangkan.
"Permainannya asyik dan seru, mereka saling berebut. Melalui permainan ini, kami mengenalkan nilai-nilai antikorupsi secara sederhana dan mudah dipahami sesuai dengan karakteristik anak-anak," kata Rika.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kejar Mimpi Social Festival. Kejar Mimpi adalah sebuah gerakan sosial bagi pengembangan dan motivasi diri generasi muda Indonesia. Rika menjelaskan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta membantu coping stress anak-anak di Kampung Pemulung,
"Perilaku antikorupsi harus diajarkan dan dikenalkan sejak dini, termasuk kepada anak-anak di wilayah kumuh di Ciputat ini. Mereka juga berhak dikenalkan dan diajarkan perilaku-perilaku yang tidak baik, termasuk perilaku koruptif melalui permainan dengan media Game Semai yg dibuat KPK dan SPAK," kata Rika.
Ada sekitar 30 anak yang mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Anak-anak ini memang berasal dari keluarga kurang mampu, namun mereka adalah bibit-bibit generasi masa depan Indonesia yang berpotensi mengharumkan nama bangsa. Mereka juga layak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Jangan sampai, kesempatan mereka mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik tergerus akibat korupsi.
Rika berharap, ke depannya anak-anak ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan tidak pantang menyerah. Dengan tumbuhnya generasi berintegritas, bukan mustahil Indonesia yang bebas korupsi akan tercipta.
"Semoga mereka menjadi anak-anak yang terus semangat, tidak panjang menyerah, menjadi anak yang baik, jujur, dan selalu disiplin. Karena itu adalah bekal penting untuk kehidupan mereka kelak, yang harapannya bisa membawa kondisi keluarga ke arah yang lebih baik," ujar Rika.