Si kancil anak nakal
suka mencuri mentimun
Ayo lekas ditangkap
jangan diberi ampun
Sama seperti dalam lagu di atas, si kancil yang akan ditangkap juga sudah mencuri mentimun. Namun, mengapa si kancil mencuri mentimun? Cari tahu, yuk!
Petualangan Si Kumbi menangkap Kancil
Kali ini Si Kumbi dan teman-temannya sedang pergi bermain ke museum seni. Tidak hanya untuk melihat karya seni yang dipamerkan saja, Si Kumbi dan teman-teman datang ke sana untuk mengikuti kelas melukis.
Kali ini, model yang akan dilukis adalah berbagai sayur dan buah, antara lain satu buah kol, dua buah tomat, beberapa lembar daun hijau, dan lima buah mentimun. Namun, mengapa mentimunnya hanya tinggal satu? Ke mana ya 4 buah mentimun lainnya?
Ternyata ada seekor kancil yang sedang berlari sambil membawa mentimun. Si Kumbi mengajak teman-temannya untuk mengejar si kancil yang telah mencuri tersebut. Si Kumbi dan teman-temannya terkejut ketika si kancil memasuki sebuah lukisan.
Mereka pun memutuskan untuk mengikuti si kancil masuk ke dalam lukisan.
Mengejar si kancil dalam lukisan dan memasuki area yang unik. Mereka terus mengejar si kancil hingga akhirnya si kancil berhenti karena kelelahan.
Si Kumbi dan teman-temannya merasa lega karena mereka juga sudah lelah mengejar kancil. Akhirnya, si kancil menceritakan alasannya kenapa ia mencuri mentimun tersebut.
Ternyata, si kancil membutuhkan mentimun tersebut untuk bahan bakar pesawatnya agar bisa pulang. Si Kumbi mengajak si kancil untuk mengembalikan mentimun tersebut dan meminta maaf. Selain itu, si kancil boleh menggunakan mentimun tersebut setelah Si Kumbi dan teman-temannya selesai menggunakannya untuk objek menggambar.
Nilai integritas yang dipelajari
Dari cerita di atas, ada beberapa nilai integritas yang bisa #KawanAksi ajarkan pada anak, antara lain:
Mengejar pencuri membutuhkan keberanian dan ini ditunjukkan oleh Si Kumbi dan teman-temannya yang berani mengejar si kancil. Tidak hanya itu, integritas berani juga ditunjukkan oleh si kancil yang dengan berani mengakui kesalahannya karena telah mencuri mentimun.
Dalam setiap ceritanya, Si Kumbi akan selalu mengajar semua karakter di sekitarnya agar selalu jujur, karena Si Kumbi anak jujur. Dalam cerita ini, Si Kumbi juga mengajak si kancil untuk jujur telah mencuri dan meminta maaf pada staf museum seni yang mengajarkan Si Kumbi menggambar.
Si kancil memutuskan untuk mengembalikan mentimun yang telah dicurinya menunjukkan bahwa si kancil bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dilakukan. Sementara Si Kumbi dan teman-temannya juga menunjukkan sikap tanggung jawabnya dengan berusaha mengejar si kancil yang telah mencuri mentimun.
Melewati banyak lukisan dan lelah berlari tetapi tidak menghentikan niat Si Kumbi dan teman-temannya untuk menangkap si kancil. Hal ini memperlihatkan nilai integritas kerja keras yang dilakukan Si Kumbi dan teman-temannya untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.
Orang yang mencuri menunjukkan bahwa ia tidak memiliki nilai integritas peduli, karena apa yang dicuri bisa saja sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh pemiliknya. Seperti si kancil yang tidak peduli apakah mentimun yang dicurinya dibutuhkan oleh Si Kumbi atau tidak. Namun, Si Kumbi menunjukkan nilai integritas peduli dengan mengizinkan si kancil mengambil mentimun tersebut setelah selesai digunakan.
Menanamkan
nilai integritas adalah hal yang harus dilakukan sejak dini untuk menjadi sebuah kebiasaan. Dengan begitu, setiap kali anak akan melakukan sesuatu tindakan yang tidak berintegritas, anak akan merasa tidak nyaman sehingga berusaha untuk menghindarinya. Kebiasaan ini akan terus terbawa hingga dewasa nanti.
Selain melalui buku Si Kumbi: Suatu Hari di Museum Seni, #KawanAksi juga bisa mendapatkan beragam materi edukasi integritas dan antikorupsi lainnya dalam situsweb ACLC KPK.
#KawanAksi tidak hanya bisa mendapatkan materi untuk anak-anak saja, tetapi juga di berbagai usia. Jadi #KawanAksi bisa menentukan sendiri yang dibutuhkan oleh #KawanAksi dan keluarga. *