BERTEPATAN dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, talk show INSIGHT mengangkat judul Do The Right Things: Awakening The Spirit of The Youth dan dihadiri langsung oleh narasumber Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, Ripayandi David (edu content creator, dan Viktor Hong (lifestyle content creator), serta #KawanAksi di Paviliun Utama PRSU Medan, Sumatera Utara.
Kehadiran kedua konten kreator ini memiliki pesona yang menarik sehingga memiliki pengaruh besar dalam memberikan inspirasi kepada audiens.
Memanfaatkan semangat muda untuk mengambil peran dan saling menginspirasi dapat dilakukan melalui berbagai hal. Salah satunya, dengan memanfaatkan media sosial dalam membantu potensi penyebaran inspirasi melalui konten. Hal tersebut disampaikan oleh Ripayandi David yang membagikan pengalamannya sebagai konten kreator inspiratif.
Walau media sosial menyajikan berbagai kemudahan, bukan berarti tidak ada kesulitan dalam memproduksi konten untuk audiens yang begitu dinamis. Konten kreator yang kerap disapa Ripa ini mengaku bahwa generasi mudah terombang-ambing dalam pengaruh lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, Ripa memiliki dua racikan untuk menarik audiens muda, yakni dengan mengemas konten secara sederhana serta memberi inspirasi melalui apa yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
“Pertama, saya sering menunjukkan kondisi masa depan itu seperti apa. Kedua, enggak harus dengan hal kompleks, bisa jadi dengan hal sederhana yang dikemas dengan baik justru lebih menarik bagi orang lain untuk menonton konten. Ketika mereka bisa menjawab pilihan karier secara tegas, itulah output dari edukasi yang saya berikan,” ujarnya.
Senada dengan apa yang disampaikan Ripa, Viktor Hong membagikan kunci sukses untuk berbagi inspirasi dengan orang lain. Bermula dari menjawab mindset buruk dan ketakutan akan hal yang dianggap tabu, Viktor mampu mengambil peluang untuk memproduksi konten yang menarik serta bermanfaat bagi audiens.
“Sebagai contoh, aku share konten tentang solo travelling yang ternyata tidak semenyedihkan itu. Aku lebih rutin membuat konten positif, jadi secara tidak sadar, cepat atau lambat, akan mampu untuk merangkul orang. Selagi melakukan hal baik, tidak merugikan orang lain, dan apa yang kita lakukan membawa manfaat, go for it!” ujarnya.
Memaknai nilai-nilai Hari Sumpah Pemuda, mereka mengingatkan kepada #KawanAksi untuk membiasakan hal positif guna memantik pengembangan diri. Ripa dan Viktor menekankan pada pentingnya generasi muda untuk mengambil peran dalam mendukung kemajuan Indonesia, salah satunya melalui penerapan integritas dalam aktivitas sehari-hari.
“Sebagai contoh disiplin dalam hal kecil, bangun pagi langsung mandi, bukan malah buka HP. Dari hal kecil, kita bisa memperbaiki diri dan membentuk kepribadian yang lebih berintegritas. Jangan cuma merencanakan, tapi juga mengambil aksi. Aksi dulu, itu sudah merupakan suatu keputusan yang luar biasa,” ujar Viktor.
Adapun Direktur Soskam Antikorupsi KPK Amir Arief berbagi cerita tentang peran pemuda saat Kongres Pemuda 1928. Menurut dia, mengutip pendapat tokoh bangsa M. Yamin ada lima faktor yang mempengaruhi kemajuan sebuah negara, antara lain kesadaran terhadap sejarah, kesadaran akan bahasa, ketaatan hukum, kemauan untuk bersatu, serta pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kompetensi individu.
Menutup acara Roadshow Bus KPK di Medan, KPK memberikan pesan kepada audiens untuk “merangkul dan menginspirasi sesama untuk bangkit sebagai generasi muda” agar dapat tercipta perubahan lingkungan yang positif dan suportif, membangun diri secara positif, serta menyebarkan kepada orang lain sebagai pribadi yang inspiratif.
Untuk mendapatkan inspirasi dan edukasi terbaru mengenai nilai-nilai antikorupsi, pantau Instagram @aclc.kpk dan jangan lupa ikuti keseruan Roadshow Bus KPK di kota terakhir Banda Aceh, ya!*